Caplok UD Trucks dari Volvo, Saham Isuzu Malah Turun

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Kamis, 19 Des 2019 16:23 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Tokyo - Produsen truk Isuzu dan Volvo sepakat beraliansi. Keduanya akan membangun kemitraan global untuk menciptakan bisnis truk yang lebih kuat untuk Isuzu dan UD Trucks di Jepang, dan seluruh pasar internasional.

Isuzu bisa mengambil alih bisnis UD Trucks dari Volvo secara global. Namun pelaku pasar rupanya cukup khawatir akan langkah korporasi Isuzu ini mengingat transaksi yang cukup besar. Hal ini terlihat dari harga saham Isuzu di pasar domestiknya.



Mengutip Bloomberg, saham Isuzu turun paling dalam selama 4 bulan terakhir setelah Isuzu sepakat membeli Volvo sebesar 250 miliar yen. Harga saham Isuzu pada perdagangan Kamis turun 5,1 persen, menjadi 1.314 yen. Angka ini paling rendah sejak 6 Agustus lalu. Saham Isuzu pun menjadi saham dengan kinerja terburuk dalam Nikkei 225.

"Angka 250 miliar yen terasa sangat besar. Saya ingin tahu bagaimana Isuzu melihat potensi dari bisnis ini," ujar analis otomotif Tatsuo Yoshida seperti dilansir Bloomberg.

Namun di sisi lain, saham Volvo di Swedia justru moncer. Naik 3,6 persen pada penutupan saham hari Rabu lalu.

Ada 3 poin aliansi strategis Volvo Group dan Isuzu Motors:

- Membentuk kemitraan bidang teknologi, memanfaatkan keahlian semua pihak pada teknologi terkini untuk menciptakan volume lebih besar serta mendukung investasi teknologi yang diperlukan pada masa depan.
- Menciptakan kondisi jangka panjang terbaik untuk bisnis truk kelas berat yang lebih kuat antara UD Trucks dan Isuzu Motors di Jepang dan di seluruh pasar internasional.
- Membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan lebih dalam pada bisnis kendaraan komersial di seluruh wilayah geografis, seperti truk ringan dan menengah.

Kedua perusahaan akan menyelesaikan kerja sama ini pada pertengahan 2020
Halaman


Simak Video "Jajal Ketangguhan Isuzu mu-X 4X4 di Medan Off-Road"
[Gambas:Video 20detik]

(ddn/ddn)