Rabu, 18 Des 2019 16:16 WIB

Kondisi Jalan Indonesia Buat Riset Ban di Dunia

Ridwan Arifin - detikOto
Pabrik ban Hankook Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Dalam memproduksi ban perlu memetakan kondisi pasar, fungsinya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Seperti yang dilakukan pabrikan ban asal Korea, Hankook karena kondisi jalanan Indonesia yang beragam, dari on hingga off road menjadi bahan riset pengembangan.

Hal ini disampaikan oleh Sales Manager Domestic PT Hankook Tires Indonesia, Apriyanto Yuwono kendati saat ini di Indonesia belum memiliki fasilitas Riset dan Pengembangan.

"Indonesia memang selalu menjadi patokan untuk teknologi, karena memang di Indonesia untuk tipe semua jalan ada," kata Apriyanto di Jakarta (17/12/2019).


"Beda dengan di luar negeri yang hampir 100 persen rata, alus, mulus. Makanya selalu di Indonesia untuk menjadi benchmark mengembangkan ban," tuturnya.

Ia bahkan mengatakan setiap produk yang berasal dari riset jalanan di Indonesia. Mampu diterima di pasar dunia, di mana Hankook saat ini menempati urutan ketujuh di posisi global sebagai produsen ban.


"Indonesia bisa diterima, otomatis di luar negeri juga diterima," tutur Apriyanto.

Berangkat dari hal tersebut, meski baru berumur 6 tahun di Indonesia, Hankook menyebut mendapat penerimaan positif. Apriyanto menambahkan hal ini juga bersinggungan dengan pemenuhan kebutuhan konsumen serta pihaknya mengklaim ban dapat menempuh jarak hingga 80 ribu kilometer.

"Salah satu produknya Kinergy EX, termasuk yang Vantra untuk kendaraan komersial juga (sebelumnya) diriset di sini, kemudian dibawa kesana (RnD di Korea-Red), makanya kenapa produk kita diterima di sini," jelasnya.

Simak Video "Dahsyatnya Kebakaran di Gudang Ban Bekas di Kudus "
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com