Selasa, 03 Des 2019 21:03 WIB

Ayo Bayar, Pajak Mati Kendaraan Bisa Jadi Bodong

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Grandyos Zafna


Dengan kata lain, kendaraan bermotor tersebut akan berstatus bodong dan ilegal berkendara di jalan sebab tidak akan ada opsi pemutihan lagi di masa depan.

"Tidak bisa digunakan dan menjadi besi tua, nomornya sudah tidak diakui, sekarang kita sedang memberitahukan ke masyarakat 2019 adalah keringanan pajak," kata Khairil.

"Tahun 2020 merupakan penghapusan regident, sita lelang terhadap penunggak pajak, jadi tahun 2020 adalah tahun penegakan hukum," jelasnya.

Aturan tentang itu terdapat pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tepatnya pada Pasal 74.

Selengkapnya, Pasal 74 berbunyi sebagai berikut:

(1) Kendaraan Bermotor yang telah diregistrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (1) dapat dihapus dari daftar registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor atas dasar:
a. permintaan pemilik Kendaraan Bermotor; atau
b. pertimbangan pejabat yang berwenang melaksanakan registrasi Kendaraan Bermotor.

(2) Penghapusan registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat dilakukan jika:
a. Kendaraan Bermotor rusak berat sehingga tidak dapat dioperasikan; atau
b. pemilik Kendaraan Bermotor tidak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun setelah habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.

(3) Kendaraan Bermotor yang telah dihapus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat diregistrasi kembali.

Sebelum regident dihapus kepolisian bakal lebih dulu menghubungi pemilik kendaraan selama tiga kali berturut-turut. Jika tidak ada tanggapan, barulah penghapusan dilakukan.
Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Tampang dan Fitur Baru di Honda CBR250RR"
[Gambas:Video 20detik]

(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com