Rabu, 09 Okt 2019 15:08 WIB

Gratis Ngecas Kendaraan Listrik di Kantor PLN Sampai Akhir Tahun

Rizki Pratama - detikOto
SPLU PLN Disjaya Gambir Foto: Luthfi Anshori SPLU PLN Disjaya Gambir Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero didorong pemerintah untuk menjadi pelopor ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. PLN sendiri belum menentukan tarif listrik per kWh. Meski begitu, sampai akhir tahun 2019 ini PLN memberikan penawaran menarik bagi pemilik kendaraan listrik. Untuk pengisian daya di kantor mereka tidak perlu membayar alias gratis.

"Nanti kalau ada yang cas di saya sampai akhir tahun gratis," ujar General Manager PT PLN Persero, Ihsan Asaad saat ditemui di Pameran Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2019).



Sementara itu untuk tarif pastinya Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian ESDM, Rida Mulyana mematok angka Rp 1.650 per kWh. Namun ia menambahkan angka tersebut masih dapat berubah.

"Sementara ini kita bandingkan dengan negara lain, sementara ini yang ada Rp 1.650 dasarnya apakah itu akan naik atau turun kita lihat nanti," tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Ihsan sendiri berharap angka tersebut dapat naik sehingga lebih cepat untuk balik modal. Ia memperkirakan tarif ideal untuk itu adalah Rp 2.000-2.500 per kWh. Dengan tarif itu ia memperkirakan dapat balik modal dalam waktu 10 tahun.

"Sebenarnya sekitar Rp 2000-2500 per kWh bisa balik modal sepuluh tahun lah. Tapi kalau PLN sebenarnya mendorong, pelopor orang beralih ke kendaraan listrik," tukasnya.

Simak Video "Luhut ke PLN Soal SPLU: Jangan Jadi BUMN Sentris!"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com