ADVERTISEMENT
Senin, 30 Sep 2019 08:38 WIB

Kemenperin Tidak Permasalahkan B30 Bikin Agak Boros

Rizki Pratama - detikOto
Biodiesel B30 segera diterapkan Januari 2020 Foto: Solehudin Biodiesel B30 segera diterapkan Januari 2020 Foto: Solehudin
Jakarta - Hasil uji coba bahan bakar biodiesel 30% atau B30 telah diumumkan. Dari pengujian Kementerian ESDM konsumsi bahan bakar kendaraan yang menggunakan biodiesel B30 rata-rata meningkat 0,87% dan power/daya rata-rata meningkat 0,84%.

Terkait meningkatnya konsumsi bahan bakar tersebut tentu kendaraan akan kurang ekonomis. Meski konsumsi BBM sedikit naik, di sisi lain B30 juga diklaim menunjukkan penurunan dampak terhadap lingkungan, emisi CO turun sebesar 0,1-0,2 gram/km dan emisi PM turun sebesar 0,01-0,08 gram/km.



"Kalau energi konten kan memang agak kurang sedikit tapi dari secara overall itu kan masih masuk dalam kategori artinya masih efisien kan tergantung teknologinya ke depan," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto di Jakarta akhir pekan lalu.

B30 pun dikatakan Harjanto telah dicicipi oleh beberapa jenis kendaraan. Menurutnya penggunaan biodiesel harus didorong untuk menyeimbangkan neraca perdagangan.

"Itu sudah ada beberapa uji coba tes untuk beberapa brand kendaraan ya, nah tentunya kita kan mendorong masyarakat untuk menggunakan lagi biofuel, sehingga itu bisa mengurangi defisit neraca perdagangan," tambahnya.

Tak sampai di sana ia juga yakin dapat meningkatkan terus kandungan nabati pada bahan bakar kendaraan bermesin diesel. "Ini nanti 100% menggunakan CPO diproses sehingga bisa digunakan di mesin diesel dan untuk mesin-mesin combustion engine, bahkan untuk avtur," ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana memaparkan hasil Road Test B30. Untuk hasil sementara road test B30 menunjukkan catatan positif. Menurut Dadan, konsumsi bahan bakar rata-rata meningkat 0,87% dan power/daya rata-rata meningkat 0,84%. Fungsi komponen kendaraan juga masih berfungsi dengan baik, oli masih mengikuti spesifikasi, termasuk filternya.

Hasil sementara uji B30 juga diklaim menunjukkan penurunan dampak terhadap lingkungan, emisi CO turun sebesar 0,1-0,2 gram/km dan emisi PM turun sebesar 0,01-0,08 gram/km.

Berdasarkan pengalaman dalam penggunaan B20, mandatory B20 telah mampu mengurangi emisi gas ruang kaca, ekuivalen dengan produksi gas buang yang dihasilkan 20.000 bus kecil selama setahun.

Ada tujuh merek kendaraan yang disediakan oleh Gaikindo, yang sebagian besar merek perusahaan kendaraan Jepang. Persentase ini memenuhi syarat, karena hampir 70 persen mobil Indonesia merupakan produksi Jepang. Setiap kendaraan diuji oleh tiga sopir secara bergantian untuk memastikan kondisi kendaraan.

Selain pengujian B30 di kendaraan, pemerintah juga menyiapkan antisipasi penambahan konsumsi biosolar. Selama tahun 2017-2018, rata-rata konsumsi solar bersubsidi sebesar 15 juta kiloliter, ditambah konsumsi solar yang tidak disubsidi sekitar 17 juta kiloliter, sehingga total konsumsi sekitar 32 juta kiloliter.



Untuk itu pemerintah memastikan pasokan biofuel dari para produsen mampu memenuhi peningkatan kebutuhan biofuel untuk campuran B30. Jumlah produksi biofuel Indonesia terbesar di dunia dengan kapasitas produksi produsen biofuel sebesar 12 juta kiloliter. Produksi biofuel tersebut cukup untuk memasok B30 dan tiap tahun akan terus meningkat.

"Ada 26 produsen biofuel siap memasok biofuel dan tahun depan akan ada tambahan satu atau dua pabrik baru", terang Dadan.

Simak Video "95% SPBU Pertamina Sudah Salurkan B20"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com