ADVERTISEMENT
Kamis, 05 Sep 2019 17:16 WIB

SPKLU BPPT Bakal Disuntik Dana oleh Softbank

Rizki Pratama - detikOto
Menteri Luhut berpose dengan mobil listrik Mitsubishi i-MiEV Foto: Grandyos Zafna Menteri Luhut berpose dengan mobil listrik Mitsubishi i-MiEV Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Indonesia diharapkan akan menjadi tuan rumah dalam industri kendaraan listrik. Tak tanggung-tanggung untuk urusan infrastruktur perusahaan besar asal Jepang, Softbank akan menyuntikkan dana besar kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau charging station.

"Softbank mau investasi juga untuk charging station saya minta investasinya gunakan teknologi ini (Charging station BPPT) tentu mereka harus bersaing. Pak Hammam (Kepala BPPT Hammam Riza) bilang bisa," ujar Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta.

Sementara itu untuk besaran investasinya Luhut mengaku belum dapat merincinya. "Saya tidak tahu berapa miliar dolar," timpalnya.

SPKLU Milik BPPT Bakal Disuntik Dana oleh SoftbankFoto: Luthfi Anshori


Selain charging station sendiri Indonesia juga sudah menerima investasi dari China melalui Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Luhut mengatakan baterai yang akan diproduksi itu adalah produk terbaru.

"Baterai mereka 811 terbaru CATL durability paling baik itu mau mereka buat. Nanti BPPT, semua kita link-kan," jelas Luhut.

Ia menegaskan bahwa BPPT akan memegang peran penting dalam membangun industri kendaraan listrik. Indonesia juga akan membangun rantai pasok agar keberlangsungan industri ini berjalan dengan baik.

"Ada supply chain yang dari berpuluh tahun Indonesia tidak punya. Nikel udah punya kita sampai lithium baterai sampai mobil listrik ini BPPT main," tukas Luhut.

Simak Video "Indonesia Sudah Siap dengan Kendaraan Listrik?"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com