ADVERTISEMENT
Sabtu, 17 Agu 2019 17:20 WIB

Ini Lho Penyebab Bus dan Truk Jadi Sumber Polutan DKI Jakarta

Ridwan Arifin - detikOto
Uji emisi Foto: Pradita Utama Uji emisi Foto: Pradita Utama
Jakarta - Bus kota di Jakarta disebut menjadi salah satu sumber polutan nomor dua di Jakarta setelah sepeda motor menurut hasil kajian Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB).

Direktur KPBB Ahmad Safrudin atau akrab disapa Puput menyebut kendaraan yang menghasilkan jumlah polutan tertinggi per hari adalah sepeda motor yakni motor 8.500 ton (44,53 %), disusul bus (21.43 %) 4.106 ton, mobil pribadi 2.712 ton (16,11%). Persentase tersebut mengandung zat-zat seperti PM, HC, CO, NOx, dan SOx.



Namun hal ini tidak terlepas dari penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan. Untuk bahan bakar diesel menurut Puput, spesifikasi yang dibuat Dirjen Migas sudah harus direvisi.

"Sekarang (ambang batas) yang diesel, lebih mengerikan lagi. Sulfurnya masih 2.500 ppm (part per million), CN48 solar yang disubsidi atau bahan bakar diesel. Bayangkan negara lain sudah beranjak ke 50 ppm bahkan Australia dan Singapura sudah 10 ppm," ujar Puput.

"Jadi jangan heran bus kota dan truk kita menjadi sumber pulotan di DKI Jakarta. Terutama untuk sulfur dioksida, kemudian partikel debu, dan hidrogen dioksida," jelasnya.



Untuk mengatasi hal tersebut KBPP menghimbau Pemprov DKI Jakarta menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan. Khususnya bagi para pengguna mesin diesel baik bus ataupun kendaraan penumpang.

"Kalau solar, maka solar harus dengan kadar belerang maksimul 50 ppm. Sementara solar 48, kadar belerangnya masih 2.000 ppm masih sangat tinggi. Solar dexlite, kadar belerangnya 1.200 ppm, itu juga masih tinggi. Gunakan Pertadex yang standar Euro3 atau Pertadex HQ," jelas Puput.

Simak Video "Pemerintah Diminta Tegas Tertibkan Pengolah Aki Bekas Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com