Selasa, 02 Jul 2019 10:56 WIB

Usia Kendaraan Dibatasi Bukan untuk Mengurangi Penjualannya

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi kemacetan Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Wacana pembatasan usia kendaraan bermotor yang digagas Kementerian Perhubungan, bukan berarti untuk mengurangi penjualan mobil dan motor. Namun lebih kepada untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kota-kota besar.

"Pemberlakuan kebijakan ini masih jauh. Dan rencana ini masih terus berproses. Soal pembatasan yang dimaksud adalah yang beroperasi di kota-kota besar. Jadi bukan menyangkut masalah kita akan mengurangi (penjualan mobil ataupun motor)," terang Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, kepada detikcom, Senin (7/1/2019).


Ditambahkan Budi, rencana pembatasan usia kendaraan bermotor hanya salah satu instrumen untuk mengurangi peredaran kendaraan bermotor di kota-kota besar. Dan masih banyak instrumen lain untuk membatasi kendaraan yang beredar di jalanan ibu kota.

"Jadi pembatasan kendaraan di jalan tertentu atau bisa dengan manajemen lalu lintas seperti one way, contra flow, atau misal tarif parkir di kota makin tinggi. Itu kan termasuk manajemen pembatasan juga kan," terang Budi.


"Adanya kemacetan parah di kota itu karena adanya ketidakseimbangan antara pertumbuhan kendaraan dengan pengembangan infrastruktur. Nah kalau kita belum bisa bicara pembatasan usia kendaraan saat ini, ya sudah kita batasi saja kendaraan-kendaraan itu di jalan tertentu di peak hour (dengan sistem ganjil-genap. Dan itu kami rasa juga harus diterapkan di kota-kota lain," pungkasnya.

Usia Kendaraan Dibatasi Bukan untuk Mengurangi Penjualannya
(lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com