Senin, 17 Jun 2019 17:22 WIB

Pembatas Jalan Tol Harus Panjang dan Terlihat Mata Pengendara

Luthfi Anshori - detikOto
Tol Cipali Foto: Sudirman Wamad Tol Cipali Foto: Sudirman Wamad
Jakarta - Kecelakaan nahas terjadi di Km 150+900 Tol Cipali arah Jakarta pada dini hari tadi (17/6/2019). Peristiwa tersebut melibatkan sebuah bus dan tiga kendaraan lain. Akibat kejadian ini, 12 orang tewas di lokasi kejadian dan 24 orang lain mengalami luka-luka.

Kecelakaan fatal ini terjadi karena bus Safari yang datang dari arah Jakarta menuju Cirebon, menyeberang ke jalur berlawanan melalui median jalan. Bus ini pun langsung menabrak Toyota Innova, lalu Mitsubishi Xpander dan sebuah truk yang tengah melaju.

Terlepas dari adanya tindakan kriminal yang menyebabkan sopir bus meninggal dunia dan membuat bus berjalan tidak terkendali, banyak pihak yang menyorot minimnya sistem keamanan di ruas tol Cipali. Dalam hal ini, seharusnya jalan tol memiliki pembatas yang cukup untuk mencegah kendaraan berpindah jalur.



"Pembatas jalan tentu saja perlu (di tol Trans Jawa). Dan pembatas jalan itu, harusnya dibuat agak sedikit lebih panjang," terang Ketua Instran (Institut Studi Transportasi) Darmaningtyas, kepada detikcom, Senin (17/6/2019).

Menurut Darmaningtyas, pembatas di jalan tol, khususnya pembatas yang membelah dua jalur berlawanan, perlu didesain lebih kuat, dan bisa terlihat jelas oleh mata pengguna jalan tol.

"Apalagi jalan tol yang lurus dan sepi itu kadang membuat pengemudi terlena. Jadi perlu dibuat pembatas jalan yang terlihat jelas oleh mata mereka," kata Darmaningtyas.



"Dan tidak hanya pembatas. Lampu penerangan jalan juga harus diperhatikan. Kalau lampu di Cipali terang kan bisa membantu pengemudi. Jadi pemerintah sebaiknya memperbanyak sistem penerangan di Cipali, dengan menggunakan tenaga surya (matahari)," pungkasnya.

(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com