Senin, 17 Jun 2019 12:47 WIB

Cegah Kendaraan Nyelonong, Harusnya Tol Cipali Diberi Pagar Pembatas

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Kecelakaan beruntun di Tol Cipali tewaskan 12 orang (Dok. Istimewa) Foto: Kecelakaan beruntun di Tol Cipali tewaskan 12 orang (Dok. Istimewa)
Jakarta - Kecelakaan nahas baru saja terjadi di Km 150+900 Tol Cipali arah Jakarta. Peristiwa itu terjadi pada dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB, dan melibatkan bus dan tiga kendaraan lain. Akibat kejadian tersebut, 12 orang tewas di lokasi dan 24 orang lainnya luka-luka.

Dari penjelasan yang diuraikan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, kronologis kecelakaan berawal ketika pengemudi (PO Safari) dari arah Jakarta masuk ke jalur berlawanan.



Bus Safari yang datang dari arah Jakarta menuju ke Cirebon, setibanya di TKP, bus masuk median dan menyeberang ke jalur berlawanan. Selanjutnya bus tersebut menabrak Toyota Innova, lalu Mitsubishi Xpander dan truk yang tengah melaju.

Terlepas dari penyebab utama mengapa bus tersebut masuk ke jalur berlawanan, tol Cipali juga menjadi sorotan karena minimnya pagar pembatas untuk memisah kedua jalur tersebut.

Tol CipaliTol Cipali Foto: ANTARA FOTO


Seperti diungkapkan pimpinan PO Putera Mulya, Kurnia Lesani Adnan, pembatas di tol Cipali masih terbilang minim sehingga kendaraan dari sisi berlawanan bisa mudah menyeberang ke sisi lain.

"Untuk pembatas jalan, memang tol cipali masih dengan median rumput saja. Dan kalau kita lihat, justru dengan permukaan yang keras, ini malah bisa membuat kendaraan yang 'nyeberang' bisa 'take off' ke sisi sebelahnya. Selayaknya ada pembatas yang kuat bisa menahan kendaraan agar tidak bisa nyeberang jalur," kata Sani, kepada detikcom, Senin (17/6/2019).



Selain karena infrastruktur keamanan yang belum memadai, Sani juga menekankan perilaku pengendara yang tidak tertib sebagai faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan di jalan tol.

"Seperti kita tahu, ada pengguna jalan tol sendiri yang memang masih banyak belum tertib berlalu lintas, seperti pindah jalur seenaknya saja. Ini bisa jadi penyebab utama terjadinya kecelakaan fatal," pungkasnya.

[Gambas:Video 20detik]

(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com