Kamis, 16 Mei 2019 17:44 WIB

Pendapatan Nissan Pasca Kasus Carlos Ghosn

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Nissan Motor Co diperkirakan akan mengalami penurunan 28% dalam laba operasional tahunan mereka. Hal ini terjadi menyusul skandal mantan bos Nissan, Carlos Ghosn.

Penangkapan Ghosn tahun lalu memang menekan Nissan. Karena itu CEO Nissan saat ini, Hiroto Saikawa pun mencoba untuk merombak tata kelola perusahaan dan menempatkan Nissan pada posisi yang setara dengan Renault sebagai aliansinya.


Melemahnya laba Nissan dan semakin banyaknya eksekutif dan manajer yang angkat kaki telah memicu keprihatinan Renault sebagai pemegang 43% saham Nissan. Rumor atas kemungkinan merger antara kedua perusahaan pun semakin kuat. Meskipun demikian beberapa eksekutif Nissan menentang merger penuh.

"Hari ini kami telah mencapai titik terendah. Sebagian besar masalah yang kita hadapi adalah warisan negatif dari pemimpin lama kita (Carlos Ghosn)," kata Saikawa pada konferensi pers di kantor pusat perusahaan di Yokohama pada hari Selasa (14/5/3019).


Saikawa menambahkan bahwa ia ingin perusahaan untuk mengembalikan kinerja perusahaannya dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Nissan menargetkan laba sebesar 230 miliar yen atau sekitar USD 2 miliar untuk tahun ini hingga Maret 2020. Profitabilitas yang lesu kemungkinan akan menghasilkan potongan 30% dividen setahun penuh menjadi 40 yen per saham. (rip/ruk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed