Rabu, 15 Mei 2019 10:44 WIB

Catatan Mudik 2019, Pengamat: Pemerintah Jangan Lengah

Ridwan Arifin - detikOto
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Musim mudik 2019 masih dalam hitungan minggu, infrastruktur penunjang seperti jalan tol juga bisa dirasakan. Seperti kesuksesan proyek tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta-Surabaya, dan tol Trans Sumatera yang mempersingkat jarak Bakauheni-Terbanggi Besar.

Kendati demikian, Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno menilai dengan kehadiran tol tersebut, pemerintah juga harus memperhatikan jalur non tol, yang kerap dilewati pemudik khususnya roda dua.



"Pemerintah jangan lengah dengan kehadiran tol tersebut. Akan tetapi juga harus memperhatikan jalur non tol. Belajar dari kasus jalan non tol Jakarta-Cikampek yang dapat dikatakan jarang digunakan perjalanan jarak jauh setelah hadir Tol Jakarta-Cikampek," ucap Djoko melalu pesan singkat.

"Jalan non tol juga harus dirawat seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal yang sama juga berlaku untuk jalan provinsi dan jalan kab/kota," terang Djoko.

"Kecukupan rambu, marka, penerangan jalan umum dan APILL harus diperhatikan. Pemudik pasti akan menggunakan jalan non tol untuk tiba di tempat tujuannya," ungkap Djoko.

Tak hanya itu Djoko juga menyoroti perlintasan sebidang KA dengan jalan raya masih rawan kecelakaan.



"Utamanya yang berlintas dengan jalan desa atau kabupaten. Tidak terjaga, entah resmi atau lintas. Biasanya yang kerap jadi korban adalah yang jarang melintas," ungkap Djoko.

Ia berharap agar Pemerintah Daerah perlu menambah penjagaan terhadap perlintasan yang selama ini tidak terjaga dengan melibatkan masyarakat sekitar. "Kelengkapan rambu dan marka harus dapat perhatian," terang Djoko.

Kemudian berlanjut kepada titik kemacetan, Djoko menggambarkan bahwa salah satunya adalah pasar tumpah yang berada bersisian dengan jalan raya.

"Ada penanganan khusus terhadap keberadaan pasar ini. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir sistem pencegahan kemacetan di beberapa pasar tumpah sudah lebih baik," ungkap Djoko.

Terakhir terkait keamanan mudik menggunakan transportasi bus, Djoko menilai tempat berangkat mudik bersama tidak menggunakan Lapangan Monas atau Parkir Timur Senayan, misalnya.

"Gunakanlah Terminal Pulo Gebang yang sebenarnya sudah representatif untuk menampung banyak orang. Dengan membiasakan publik bila berangkat menggunakan bus umum dari terminal penumpang. Bukan dari tempat yang bukan terminal," katanya.

"Juga kehadiran bus pengangkut mudik bisa dilakukan ramp check oleh petugas terminal yang sudah terlatih. Termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudinya." ungkap Djoko. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed