Kamis, 09 Mei 2019 14:40 WIB

Bikinnya Lebih Rumit, Ban Seharusnya Lebih Mahal dari Sepatu

Ruly Kurniawan - detikOto
Pabrik ban GT Radial Foto: dok detikOto Pabrik ban GT Radial Foto: dok detikOto
Jakarta - Memiliki fungsi yang mirip-mirip, harga ban dengan sepatu memiliki perbedaan. Bahkan pada beberapa kasus, harga sepatu jauh lebih tinggi dibandingkan ban. Padahal bila melihat proses pembuatannya, lebih sukar dan lama membuat ban.

Sebagaimana dikatakan Wakil Presiden Direktur PT Gajah Tunggal Tbk Budhi Santoso Tanasaleh, ban memiliki lima lapis dan berbagai layer guna memperkokoh dan mendukung kinerja kendaraan. "40 persen dari ban adalah bahan karet," katanya di Jakarta, Rabu (8/5/2019) malam.



"Produksi ban itu skemanya rumit. Oleh sebab itu, perusahaan ban berkontribusi sangat besar kepada pembukaan lahan pekerjaan karena di luar industri seperti petani karet dan sebagainya akan ikut terangsang. Luas sekali," lanjut Budhi.

Tetapi, harga ban tidak pernah sangat mahal. Bahkan kini dengan kocek Rp 500 ribu saja sudah bisa bawa pulang ban dengan kualitas cukup baik.

"Ya sebenarnya ban dengan sepatu, lebih mahal ban bila kita lihat dari segi produksi dan komponennya. Namun dalam suatu kasus, sepatu itu bisa lebih mahal. Jadi maksud saya, dengan harga yang lebih murah dari sepatu itu jangan pelit kepada ban," ucap Budhi.

"Di jaga, diperhatikan, karena ban itu adalah komponen utama pada suatu kendaraan yang langsung bersentuhan dengan medan jalan. Serta, lapisan pertama yang menjaga keamanan pengendara dan penumpang di suatu kendaraan," tutup dia. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed