Senin, 01 Apr 2019 07:31 WIB

Berita Populer: Mobil Samsung, Fungsi Spoiler di Motor Ducati

Dina Rayanti - detikOto
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Samsung tak hanya membuat ponsel. Produsen asal Korea Selatan itu juga meluncurkan mobil terbarunya di ajang Seoul Motor Show. Spoiler di swingarm motor Ducati masih menjadi perdebatan. Simak selengkapnya dalam rangkuman berita otomotif populer sepanjang akhir pekan.

1. Selain HP, Samsung Bikin Mobil Juga Lho

Samsung bekerja sama dengan Renault meluncurkan SUV terbaru mereka di Seoul Motor Show. Di bawah nama Renault Samsung, SUV berlabel XM3 merupakan kembaran dari Renault Arkana yang dipasarkan di Rusia.

Sekadar informasi, ini bukanlah kali pertama Samsung membuat mobil. Berdiri pada tahun 1994, Samsung sudah mulai menjual mobil di pasar Korea Selatan pada tahun 1998 hingga akhirnya setelah terkena dampak krisis ekonomi Asia, Renault membeli sebagian besar sahamnya.

Tidak banyak perbedaan XM3 dengan Arkana hanya sekadar mengganti logo dari Renault menjadi logo mobil Renault Samsung. Perbedaan kecil yang jika diperhatikan adalah, pada Samsung XM3 ada aksen oranye tipis di sisi mobil, bumber depan dan belakang serta warna velg yang lebih gelap.

Foto: Istimewa


"Hasil rapat kami sudah jelas objektif dari produk ini adalah untuk pasar Korea Selatan. Kami telah membuat mobil paling elegan di dunia, ini adalah model yang menandai transformasi desain dari Renault Samsung Motors," kata Grup Renault Corporate Design Director, Laurens Van den Acker.

Renault Samsung XM3 akan dirakit di pabrik Busan pada awal tahun 2020 khusus untuk pasar Korea Selatan. Produksi di negara itu juga merupakan rencana Renault untuk meningkatkan penjualan mereka di Korea Selatan supaya target penjualan 5 juta unit setiap tahunnya pada tahun 2022 tercapai.

2. Bukan Aerodinamika, Ini Fungsi Spoiler di Swingarm Motor Ducati

Kemenangan Andrea Dovizioso di Seri Pembuka MotoGP 2019 (Qatar) telah melahirkan sejumlah kontroversi. Sebab Ducati Desmosedici yang ditungganginya telah diberi perangkat tambahan semacam spoiler di area swingarm.

Hal itu pun memicu protes dari tim balap Honda, Suzuki, Aprilia dan KTM. Meskipun, tim teknis dari MotoGP akhirnya menolak gugatan keempat tim balap MotoGP tersebut, dan tetap mengesahkan kemenangan Dovizioso dan perangkat spoilernya.

Manajer Umum Ducati Corse Gigi Dall'Igna pun angkat bicara ke publik untuk pertama kalinya sejak perangkat spoiler swingarm tersebut ramai diperbincangkan. Melansir dari Crash, Gigi Dall'Igna bersikeras mengatakan perangkat spoiler tersebut bertujuan untuk pendinginan ban.

"Ia bekerja untuk memberi udara pada ban belakang. Dan hasil pengujian kami, pada tes sebelum lomba Qatar, adalah bahwa kami dapat mengurangi suhu ban rata-rata sekitar 7 derajat," kata Dall'Igna.


Tapi itu menurut pendapat Ducati. Sedangkan menurut keempat tim penggugat, mereka menganggap bentuk spoiler di swingarm tersebut bisa membuat downforce atau alat yang bisa membuat motor lebih aerodinamis.

Dall'Igna sendiri mengakui bahwa perangkat tersebut memiliki efek aerodinamis 'sekunder', seperti halnya bagian mana pun yang terpapar aliran udara, yang ia cantumkan sebagai 300 gram downforce kecil pada kecepatan 180 km/jam.

Termasuk spoiler serupa yang digunakan oleh Yamaha pada akhir tahun lalu. "Dalam kasus kami, saya pikir kami dapat memberi tahu Anda bahwa kami memiliki kurang lebih 3-4 Newton pada 180 km/jam, 300 gram lebih atau kurang," lanjutnya.

Karena tujuannya adalah pendinginan ban dan efek downforce sangat minim, Ducati bahkan tidak melakukan pengujian terowongan angin untuk bagian spoiler di swingarm tersebut.

"Jujur saja, kami tidak melakukan pengujian terowongan angin dengan sistem, karena target kami bukan itu. Itu hanya efek termal pada ban belakang. Jadi simulasi kami dalam hal koefisien pertukaran panas dengan ban belakang," katanya lagi.

Sementara perangkat itu sebelumnya dicoba oleh Jack Miller dari Pramac dan rekan setimnya Danilo Petrucci, Dovizioso tidak cocok dengan 'pendingin' sampai pemanasan di Seri Qatar.
Mengapa?

"Pada kenyataannya, ini juga terkait dengan daya tahan sistem. Karena kami belum banyak pengalaman dengan sistem ini, karena kami mulai menggunakannya hanya selama tes Qatar. Jadi kami ingin memastikan bahwa kami tidak memiliki masalah apa pun pada motor Dovizioso sebelum mengambil keputusan untuk menggunakannya bersamanya," pungkasnya. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com