Sabtu, 16 Feb 2019 18:14 WIB

Mencoba Migo e-Bike Keliling Komplek

riar - detikOto
Sepeda listrik Migo Foto: Ridwan Arifin Sepeda listrik Migo Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Kehadiran sepeda listrik (E-Bike) Migo tengah menjadi kontroversi. Polisi menegaskan Migo belum punya izin operasi. Namun tak bisa dibantah kalau Migo menjadi terobosan baru dalam dunia transportasi.

Para pengguna cukup memesannya lewat sebuah aplikasi berbasis android dan IOS, tarifnya pun terbilang murah, hanya Rp 3 ribu per 30 menit.

Namun polemik mengendarai Migo belakangan ini semakin menjadi-jadi, kala banyak anak-anak di bawah umur mengendarai E-Bike Migo layaknya sepeda motor. Memang pengendara tidak membutuhkan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk mengendarainya, sepeda listrik ini diperuntukkan bagi pengguna 17 tahun ke atas dengan mengunggah KTP saat registrasi.



Setelah verifikasi, barulah para konsumen bisa meminjam sepeda listrik di puluhan titik stasiun yang telah ditunjuk menjadi mitra dari Migo e-bike.

Untuk mengetahui seperti apa sensasi berkendara dari sepeda listrik Migo, detikOto menjajalnya di salah satu stasiun Migo e-bike di wilayah Pancoran Barat.

"Sepeda listrik Migo tanpa kunci, semua menggunakan aplikasi di handphone, tinggal scan barcode di belakang spatbor untuk membuka dan menguncinya," ujar Ahmad Imam salah satu Mitra Stasiun Penyewaan Migo di wilayah Pancoran Barat, Sabtu (16/02/2019).

Scan barcode di belakang motor melalui aplikasi MigoScan barcode di belakang motor melalui aplikasi Migo Foto: Ridwan Arifin


Patut diketahui, setiap peminjam sepeda listrik MIGO juga mendapatkan satu unit helm untuk digunakan sebagai keamanan.

"Saat mengembalikan sepeda motor, helm juga dikembalikan, kalau tidak aturan dari nanti kena dari kantor pusat sebesar Rp 200 ribu," tambah Ahmad.

Dari segi tampilan eksterior memang Migo E-bike berkelir kuning ini sekilas seperti sepeda motor dengan cc kecil, seperti detail lampu depan dan sein sudah menggunakan LED. Tak lupa di bagian belakang juga sudah disediakan lampu rem masih bohlam, dan juga sein yang sudah LED.

Sensasi Sepeda Listrik Migo Saat Dipakai Keliling KomplekFoto: Ridwan Arifin


Di posisi kockpit, selain terdapat speedometer yang sudah digital yang menampilkan jarak tempuh, kecepatan, dan juga kondisi baterai. Juga terdapat beberapa tombol layaknya sebuah sepeda motor, seperti klakson, tombol untuk sein, lampu dekat dan jauh, dan uniknya terdapat tombol berlogo kunci pas untuk mengirimkan sinyal kala Migo mengalami masalah.

MigoMigo Foto: Ridwan Arifin


Beberapa fitur untuk membuat nyaman pengendara juga tersedia, seperti slot untuk charging smartphone dan disediakan kompartemen untuk menaruh barang dengan kedalaman kurang lebih 20 cm.



Untuk mengetahui sensasi berkendara detikOto menjajalnya selama kurang lebih 50 menit berputar di sekitar jalan lingkungan Pancoran Barat.

Dari posisi riding, tubuh tester yang memiliki tinggi 168 cm cukup menapak dengan sempurna, apalagi saat menduduki joknya terbilang sangat empuk.

Tidak ada suara sama sekali yang dikeluarkan Migo E-Bike saat dinamonya aktif, hanya panel instrumen menyala sebagai indikatornya. Putar pedal gas, maka otomatis sepeda listrik Migo akan melaju.



Akselerasi tuas gas memang agak sedikit lambat tidak bisa langsung mencapai torsi tertinggi melainkan harus runut dan pelan-pelan, maklum memang kendaraan ini merupakan sepeda listrik Otolovers.

Sempat pedal gas putar habis dan menimbulkan efek kaget karena tiba-tiba kendaraan melaju. Sebagai perhatian, sebaiknya hati-hati ketika menungganginya untuk pertama kali.

Saat mencoba kecepatan tinggi tanpa ditunggangi alias diparkir menggunakan standar dua, MIGO E-Bike dapat menembus hingga 44 Km/jam, sementara saat dipakai keliling hanya 37 km/jam. Cukup cepat untuk sepeda listrik Otolovers.

"Untuk jarak yang bisa ditempuh 40 kilometer, bahkan bisa lebih," kata Ahmad.

Jangan khawatir jika ingin memaksimalkan performanya, Migo sudah dibekali sistem pengereman dengan rem cakram pada roda depan dan tromol pada roda belakang.

MigoMigo Foto: Ridwan Arifin


detikOto sudah mencobanya dan kemampuannya sangat baik dalam mengurangi laju kendaraan.

Dalam pengamatan, nampaknya sumber energi dari baterai sepeda listrik disalurkan ke roda belakang melalui rantai. Disebut sebagai sepeda listrik, karena memiliki dua pedal yang letaknya di kanan dan kiri bodi, posisinya dekat dengan pijakan kaki pengendara.

Sensasi Sepeda Listrik Migo Saat Dipakai Keliling KomplekFoto: Ridwan Arifin


Bobotnya cukup ringan saat diajak meliuk-liuk, namun saat mencoba menjajal kayuhan sepeda tersebut, sepeda listrik tidak dapat dijalankan. Pun cukup menghalangi kaki karena ikut berputar waktu jalan saat digas. (riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed