Kamis, 14 Feb 2019 10:44 WIB

Kasus Pemalsuan Oli Tak Hanya di Indonesia

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrai pelumas Total. Foto: Ridwan Arifin Ilustrai pelumas Total. Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Oli atau pelumas mesin menjadi komponen yang tidak bisa disepelekan. Permintaan yang tinggi atas komponen tersebut, membuat segelintir oknum memanfaatkan ceruk keuntungan dengan membuat oli palsu.

Hal ini turut diamini salah satu pabrikan oli yang sudah melanglang buana di belahan dunia. Managing Director PT Total Oil Indonesia Franck Giraud menyebut masalah oli palsu tidak hanya terjadi di Indonesia.



"Kami sangat serius menanggapi isu produk palsu. Isu ini sebenarnya tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia," ujar Franck kepada wartawan di sela-sela peluncuran oli mobil LCGC di Ecology Bistro Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (13/02/2019).

Lebih lanjut Franck mengatakan bahwa untuk mencegah pemalsuan oli, setiap produsen bisa menangkalnya dengan membuat kemasan yang sulit ditiru. "Berbagai hal kami lakukan agar menghindari pemalsuan," ungkap pria asal Prancis ini.



"Dalam melakukan rancangan produk kami mempertimbangkan banyak hal, untuk menghindari kemungkinan pemalsuan," kata Franck.

"Bila diperhatikan dari segi kemasan tidak mudah ditiru, begitu juga label dan logo di tutup botol, kemudian di bawah tutup botol ada seal alumunium," urai Franck.

Terakhir, perusahaan minyak asal Prancis ini mengklaim hingga saat ini belum ada produk olinya yang dipalsukan. "Secara spesifik di Indonesia sampai saat ini kami belum menemukan produk palsu, jangan sampai menemukan kasus pemalsuan," tutur Franck. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed