Saat ini pun, Pertamini masih cukup banyak ditemui di pinggir jalan. Dengan nama brand yang mirip-mirip, dan penggunaan warna merah putih di setiap outletnya, hal ini diakui Pertamina bakal menimbulkan kerugian.
Pertamini berjualan lebih rapi ala SPBU Pertamina. Ada selang laiknya mengisi di SPBU pada umumnya, berbeda dengan pedagang bensin eceran yang menggunakan botol kaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arya, jika sesuatu hal terjadi pada Pertamini, maka pihak yang paling dirugikan adalah Pertamina. Karena banyak orang yang mengasosiasikan Pertamini sebagai bagian Pertamina.
Sementara dari sisi konsumen, jika membeli bensin di gerai Pertamini, maka sudah pasti tidak dijamin oleh Pertamina.
"Kami sarankan untuk membeli BBM di lembaga penyalur resmi Pertamina, bukan pengecer. Karena tidak ada jaminan kualitas, kuantitas dan HSSE di pengecer," pungkas Arya. (lua/dry)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus