Selasa, 01 Jan 2019 15:13 WIB

Kaleidoskop 2018

Heboh Jokowi Naik Moge Paspampres dan Stuntman Thailand

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Saddum So Stuntman Jokowi saat opening Asian Games 2018. Foto: Instagram Saddum So Saddum So Stuntman Jokowi saat opening Asian Games 2018. Foto: Instagram Saddum So
Jakarta - Saat upacara pembukaan Asian Games 2018, terdapat momen ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) digambarkan beraksi dengan motor gede (moge) yang biasa ditunggangi Paspampres. Aksinya pun cukup ekstrem, mulai dari melompati mobil towing, menembus gang-gang sempit, hingga melakukan stoppie.

Tentu itu bukan dilakukan oleh Jokowi sendiri. Panitia penyelenggara menyiapkan peran pengganti (stuntman) yang menggambarkan Jokowi melakukan aksi ekstrem. Stuntman itu adalah freestyler asal Thailand, diketahui dia adalah Saddum So.

Namun, pemilihan stuntman yang 'diimpor' dari Thailand itu sangat disayangkan oleh berbagai pihak, terutama freestyler asli Indonesia. Nyatanya, banyak freestyler Indonesia yang tak kalah keren dengan Saddum So.



Reza SS, seorang stunt rider profesional asli Indonesia menanggapi bahwa video pembukaan Asian Games itu memang keren dan kreatif. Tapi, dia menyayangkan pemilihan freestyler asal Thailand tersebut.

Memang, kata Reza, stunt rider Indonesia belum ada yang bermain di layar lebar. Tapi, aksinya benar-benar tidak kalah kok. Stunt rider Indonesia juga sering diajak bermain di iklan-iklan.

"Akhirnya mereka (anak-anak stunt rider Indonesia) pada bilang, 'Ini gue juga bisa kok'. Intinya sih kayaknya anak-anak Indonesia yang aku tanggap mereka pengin diakuin. Bahwa kita juga ada kok. Mungkin dari teman-teman sedikit nanya, 'Kenapa nggak gue sih'. Mungkin lebih keren (kalau pakai stunt rider Indonesia). Dan orang-orang Indonesia mungkin lebih bangga. Siapa sih yang nggak mau dekat sama presiden, apalagi jadi stunt ridernya presiden," ujar Reza.



Reza tak mengetahui pasti mengapa stunt rider Thailand yang dipilih meski Indonesia memiliki 'segudang' stunt rider keren yang tak kalah dengan orang Thailand. Mungkin terkait kerahasiaan di mana kalau pakai orang Indonesia kemungkinan video itu bisa bocor, ya walaupun sebenarnya bisa komitmen juga untuk tidak membocorkan aksi stuntman sebelum video dirilis. Atau mungkin pihak PH tidak mengetahui di Indonesia banyak freestyler yang nggak kalah dengan stunt rider luar negeri.

Bahkan, stunt rider Thailand tersebut pernah dikalahkan oleh stunt rider asal Indonesia. Menurut Reza, Saddum sering bertarung dengan stunt rider asal Indonesia dalam beberapa kesempatan.

"2015 itu Saddum pernah diundang di IIMS, kan ada International Freestyle ASEAN Stunt Day 2015. Pesertanya dari Thailand, Malaysia, Kamboja, Indonesia. Saddum nggak juara. Juara satunya Wawan Tembong (stunt rider profesional asli Indonesia)," kata Reza.

Saat itu, juri yang menilai dan memutuskan Wawan Tembong jadi juara bukan orang sembarangan. Bahkan, kata Reza, jurinya saat itu juga 'diimpor'.

"Juri-jurinya waktu itu ada dari Amerika salah satu penggiat freestyle, ada Jack Field juri dari Australia dan dia stuntman Hollywood juga di film Fast and Furious terakhir juga dia main, sama satu wartawan otomotif Indonesia," kata Reza.



Pengurus ISA (Indonesian Stuntride Association) DKI Jakarta Andi Yulianto berharap, ke depan anak-anak berbakat tanah air khususnya freestyler Indonesia lebih dihargai. Karena kemampuan mereka sudah diakui beberapa negara tetangga dengan memenangkan berbagai kejuaraan sejenis.

"Rata-rata semua freestyler Indonesia kecewa akan keputusan panitia Asian Games 2018. 'Wah kenapa nggak pakai yang dalam negeri ya', begitu rata-rata. Yah, kalau yang 'diimpor' itu lebih bagus kami maklumi, lah ini kelasnya malah jauh di bawah kita. Jadi ya kecewa gitu," papar Andi yang juga pendiri Batam Stuntrider dan Koordinator Indonesian Stuntride Association Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

"Kita menghargai ini (video pembukaan Asian Games 2018) merupakan bentuk kreativitas yang sangat bagus. Tapi dalam pembentukan sebuah kreativitas itu kan ada bagian-bagian yang harus diperhatikan, apalagi untuk membuat video sekelas Presiden. Stuntman-nya juga diperhatikan dong? Kenapa tidak pakai dalam negeri saja, gitu. Kita juga bisa," katanya lagi.

Namun terlepas dari itu semua, Andi dan semua freestyler Indonesia mengapresiasi dan turut bahagia atas perhelatan pembukaan Asian Games 2018.

"Harapan kami, freestyler Indonesia coba lebih dilirik lagi, lebih dihargai, dipakai. Karena kita juga mampu, jadi janganlah dulu pakai dari luar. Dari segi biaya juga lebih murah kalau itu sebagai salah satu pertimbangannya," tutup Andi. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed