Rabu, 12 Des 2018 19:43 WIB

Ngeri! 1,35 Juta Orang Tewas Setahun karena Kecelakaan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ilustrasi Foto: Edi Wahyono Ilustrasi Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas masih terbilang tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan angka kematian lalu lintas terus meningkat.

Laporan terbaru WHO menyebutkan, per tahun korban jiwa yang melayang akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 1,35 juta orang. Hal ini perlu diperhatikan banyak pihak demi menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Dalam siaran persnya, WHO Global mencatat laporan keselamatan jalan 2018 bahwa kecelakaan lalu lintas saat ini menjadi pembunuh utama anak-anak hingga anak muda dengan rentang usia 5-29 tahun.



"Kematian ini adalah harga yang tidak dapat diterima untuk membayar mobilitas. Tidak ada alasan untuk tidak bertindak. Ini masalah dengan solusi yang terbukti. Laporan ini adalah seruan bagi pemerintah dan mitra untuk mengambil tindakan yang jauh lebih besar untuk menerapkan solusinya," kata Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Laporan status global WHO tentang keselamatan jalan raya tahun 2018 menunjukkan, meski angka kematian meningkat secara keseluruhan, rasio kematian terhadap populassi dunia stabil dalam beberapa tahun terakhir. Artinya, upaya keselamatan jalan di beberapa negara berpenghasilan menengah dan tinggi telah mengurangi angka fatalitas tersebut.

Sebagian besar peraturan di banyak negara telah mendukung keselamatan jalan raya. Aturan itu memerintahkan pengendara agar tidak ngebut, tidak mengemudi dalam keadaan mabuk, mengenakan sabuk pengaman, pemotor menggunakan helm, dan sebagainya. Bahkan, di beberapa negara juga mengharuskan kendaraannya memiliki fitur keselamatan wajib seperti ABS, electronic stability control, hingga pengereman darurat otomatis.



Laporan tersebut mendokumentasikan bahwa di 48 negara berpenghasilan menengah dan tinggi telah berkontribusi mengurangi kematian lalu lintas. Namun, tidak ada satu pun negara berpenghasilan rendah yang menunjukkan penurunan angka kematian.

Faktanya, risiko kematian lalu lintas tetap tiga kali lebih tinggi di negara-negara berpenghasilan rendah dibanding negara berpenghasilan tinggi. Angka kematian lalu lintas tertinggi ada di Afrika dengan rasio 26,6 per 100.000 penduduk. Sementara angka terendah ada di Eropa dengan 9,3 per 100.000 penduduk.

Variasi kematian lalu lintas jalan juga tercermin dari jenis pengguna jalan. Secara global, pejalan kaki dan pengendara sepeda menyumbang 26% dari semua kematian lalu lintas jalan. Pengendara sepeda motor dan penumpang menyumbang 28% dari semua kematian lalu lintas jalan, tetapi proporsinya lebih tinggi di beberapa wilayah, misalnya 43% di Asia Tenggara dan 36% di Pasifik Barat. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com