Minggu, 02 Des 2018 08:51 WIB

SIM Seumur Hidup, Pengendara Makin Ugal-ugalan?

Dina Rayanti - detikOto
SIM. Foto: Rachman Haryanto SIM. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Wacana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait penghapusan pajak sepeda motor dan Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup meuai prd dan kontra.

Banyak setuju namun tidak sedikit pula yang menentang jika kebijakan tersebut akhirnya diberlakukan. Banyak pula alasan yang dikemukan warganet berdasarkan polling yang dibuat detikOto.


Seperti yang diungkap salah satu warganet dengan akun Samuel Imanuel. Ia termasuk dalam satu pihak yang menentang kebijakan tersebut dan mengatakan bakal makin banyak pengendara ugal-ugalan.

"Tidak setuju, karena SIM di hapuskan masa perpanjangan nya makin banyak org yg ugal2 dan fisik sudah tidak mampu memaksakan mengendarai motor dan mobil. Pajak juga untuk membangun daerah," tulisnya.

Komentar senada juga dilempar akun hervyasti. Dirinya mengatakan jika dibebaskan masyarakat bakal makin tidak menghargai fasilitas umum.


"bakal lebih ugal2an lagi kalau dibebaskan...ga ada rasa memiliki fasilitas umum..lagi pula kalau memang merasa keuangan belum mampu...kenapa tidak pakai kendaraan umum atau sepeda...atau bahkan jalan kaki...saat ini yang banyak tidak menghargai pengguna jalan lain kebanyakan yang menggunakan sepeda motor," katanya.

SIM memang harus diperpanjang setiap lima tahun sekali. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kompetensi seseorang karena bisa saja mengalami penurunan.

"Iya, karena kompetensi seseorang bisa saja menurun termasuk soft competency-nya yaitu kesehatan jasmani maupun rohani. Makanya perlu perpanjang untuk mengetahui soft competency-nya melalui tes kesehatan," jelas Kasi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar.

"Sehingga diketahui apakah pemohon tersebut kesehatannya masih memadai atau tidak untuk mengemudikan kendaraan bermotor. Bahkan untuk SIM yang sudah habis masa berlakuknya kita haruskan pemohon SIM mengikuti mekanisme SIM baru dengan ujian teori dan praktik," ungkap Fahri.

Sebagai informasi, wacana soal SIM seumur hidup in pertama kali dilontarkan oleh Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS Almuzzammil Yusuf di DPP PKS.


Muzzammil menilai perbaruan SIM setiap lima tahun menurutnya merepotkan. Ia mencontohkan kebijakan KTP seumur hidup yang berefek positif pada penghematan waktu produktif masyarakat.

"Agar biaya yang dibayar masyarakat ringan. Cukup sekali saja membayar biaya pembuatan SIM. Selain itu, di beberapa negara, telah diberlakukan SIM seumur hidup," ucapnya.


Simak juga video 'Pengendara Nakal Ditegur Pakai Jurus 'Kagebunshin' Naruto':

[Gambas:Video 20detik]

SIM Seumur Hidup, Pengendara Makin Ugal-ugalan?
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed