Jumat, 16 Nov 2018 14:33 WIB

Laporan dari Thailand

Mengintip Cara Thailand Manjakan Industri Otomotif

M Luthfi Andika - detikOto
Logo Mitsubishi Foto: Ari Saputra Logo Mitsubishi Foto: Ari Saputra
Bangkok - Indonesia harus berkaca kepada Thailand, terutama soal kebijakan-kebijakan industri yang membuat produsen otomotif lebih memilih Thailand ketimbang Indonesia.

Salah satunya Mitsubishi, yang sudah membuktikan keseriusan mereka di Thailand sejak puluhan tahun lalu. Memang di Indonesia, Mitsubishi juga sudah menunjukkan keseriusan mereka dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi MPV untuk dunia. Namun jika saja, kebijakan di Indonesia lebih mendukung industri, besar kemungkinan Indonesia bisa menjadi basis produksi lainnya, bukan hanya mobil keluarga MPV.



Keseriusan pemerintah Thailand memberikan yang terbaik untuk produsen asal Jepang Mitsubishi, langsung detikOto lihat. Berkat fasilitas yang diberikan Thailand, Mitsubishi Motors Thailand bisa memiliki 3 pabrik utama dan fasilitas produksi lainnya.

Pabrik pertama yakni MMTh Laemchabang yang dibangun pada 1992, dengan kapasitas produksi 75.000 unit/tahun. Atau 15.5 unit/jam. Total Jam operasi pabrik ini pertahun adalah 4,842 jam (dengan overtime 1,5 jam / shift. Pabrik ini memiliki jumlah pekerja hingga 1.302 pekerja. Dan pabrik pertama Mitsubishi ini, diperuntukan untuk memproduksi Pajero Sport.

Sedangkan untuk pabrik kedua Mitsubishi MMTh Laemchabang, dibangun pada 1996, dengan kapasitas produksi 184.000 unit/tahun. Atau 38 unit/jam. Total jam operasi pabrik ini pertahun adalah 4.842 jam (dengan overtime 1,5 jam / shift).



Pabrik kedua Mitsubishi Motors Thailand memiliki jumlah pekerja hingga 2.439 pekerja. Dan bertugas khusus untuk memproduksi pikap Triton.

Selanjutnya pabrik ketiga Mitsubishi MMTh Laemchabang, dibangun pada 2012 dengan kapasitas produksi 165.000 unit/tahun atau 34 unit/jam. Total jam operasi pabrik ini per tahun adalah 4.842 jam (dengan overtime 1,5 jam/shift).

Pabrik ketiga Mitsubishi ini mempekerjakan sekitar 1.388 orang. Pabrik ini pun bertugas untuk bisa memproduksi Mitsubishi Mirage / Mitrsubishi sedan Attrage.

Tidak puas sampai di situ, keseriusan Mitsubishi akan pasar Thailand juga terlihat dengan ikut didirkannya pabrik MMTh Engine Co., Ltd.

Pabrik Engine Mitsubishi di Thailand ini dibangun pada 2008, dengan kapasitas produksi 485.000 unit/tahun. Atau sebanyak 52 unit mesin diesel / jam dan 48 unit mesin bensin / jam. Total jam operasi pabrik ini pertahun adalah 4.842 unit (dengan overtime 1,5jam / shift), dengan mempekerjakan sekitar 988 pekerja.

Mitsubishi juga memiliki pabrik Global Parts Logistics. Pabrik ini dibangun pada 1997, dengan kapasitas produksi 225.120 peti/tahun atau 42 peti/jam. Pabrik ini pun menghasilkan part Knocked-down, untuk Triton, Pajero Sport, Mirage, Attrage. Hasil produksi ini untuk diekspor ke berbagai negara diantaranya Brasil, Filipina, China, Indonesia, India, Vietnam, dan Bangladesh.

Jika dikalkulasi seberapa besar pabrik Mitsubishi beroperasi, Mitsubishi Motors Thailand mengatakan produksi pabrik mereka di Thailand terus tumbuh. Mulai dari tahun fiskal 2015 mencapai 337.621 unit, pada tahun fiskal 2016 mencapai 355.850 unit, dan tahun fiskal 2017 mencapai 365.524 unit. Angka ini lebih dari dua kali lipat dari total produksi mobil Mitsubishi di Indonesia yang mencapai 160.000 unit.




Tonton juga 'e-Evolution Concept, Mobil Masa Depan dari Mitsubishi':

[Gambas:Video 20detik]

(lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya