Rabu, 14 Nov 2018 11:15 WIB

Mobil dan Motor Baru Lebih Banyak Dikredit daripada yang Bekas

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rangga Rahadiansyah Foto: Rangga Rahadiansyah
Jakarta - Pertumbuhan industri otomotif Indonesia mau tidak mau akan memberikan dampak langsung terhadap perusahaan pembiayaan. Semakin tingginya permintaan kendaraa berarti ada semakin banyak customer yang membutuhkan sokongan finansial seperti penyicilan.

Salah satu perusahaan pembiayaan yang merasakan dampak dari pertumbuhan industri otomotif adalah Adira Finance. Berdasarkan cakupan data pembiayaan mereka, kontribusi terbesar adalah pembiayaan kendaraan baru sebesar 60 persen.


"Kontribusinya kendaraan baru 60 persen untuk motor dan mobil, 20 persen kendaraan bekas, 20 persen mobil produksi," ujar Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli saat ditemui detikOto usai perayaan ulang tahun Adira Finance ke-28 di Jakarta.

Untuk kendaraan roda empat baik itu kendaraan penumpang maupun fleet berbagi jumlah yang sama dalam data pembiayaan Adira Finance.

"Perbandingan di mobil baru passenger dan komersial itu fifty-fifty.," ujar Hafid.


Nasabah yang didominasi oleh pembeli kendaraan baru memang menjadi target utama dari Adira Finance dalam keberlangsungan perusahaan pembiayaan ini. Hal ini dipertegas Chief of Financial Officer Adira Finance, I Dewa Made Susila.

"Target kita bagaimanapun 60 persen pembiayaan kita terkait penjualan kendaraan baru. Kalau nanti industri tumbuh kencang kita juga akan dapat manfaat tapi sebaliknya industri penjualan ngerem kita pasti berdampak karena masih sebagian besar bisnis kita pembiayaan kendaraan baru," pungkasnya.




Mobil dan Motor Baru Lebih Banyak Dikredit daripada yang Bekas
(rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed