Jumat, 26 Okt 2018 11:48 WIB

Rute Ganjil Genap Lancar, Jalur Alternatif Kena Dampak

Ridwan Arifin - detikOto
Ganjil-Genap. Foto: Lamhot Aritonang Ganjil-Genap. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Kebijakan pembatasan kendaraan ganjil-genap disebut cukup berhasil. Dikatakan, lalu lintas di wilayah ganjil-genap jadi lebih lancar.

Hal tersebut dapat diketahui dari penelitian versi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan. Namun, dari hasil survei, kelancaran lalu lintas hanya terjadi di rute jalan ganjil-genap. Untuk sejumlah jalan alternatif terasa dampaknya.

"Kalau berdasarkan survei litbang, jadi ganjil genap ini menghasilkan kelancaran lalu lintas pada rute ganjil genapnya, tetapi mengakibatkan kemacetan lalu lintas pada rute lain," kata Kepala Litbang Perhubungan Sugihardjo di Hotel Grand Mercure, Harmoni, Jakarta Pusat.



Dia berharap, dengan jalur alternatif yang terkena dampak, diharapkan pengendara yang masih menggunakan mobil pribadi bisa beralih ke angkutan umum. Dalam hasil survei yang dilakukan dengan metode online ini menyebutkan bahwa kemacetan di jalur alternatif disebabkan karena saat aturan ganjil genap, banyak responden tetap menggunakan kendaraan pribadi namun melintas di jalur alternatif.

"53 persen itu tetap menggunakan kendaraan pribadi, alasannya dari 53 persen itu 37 persen menggunakan jalur alternatif itu sebabnya jalur alternatifnya macet, sementara 16 persen itu punya dua mobil, ada ganjil dan genap jadi mereka tidak ada masalah dengan aturan ini," paparnya.



Sementara itu, sejak diberlakukan pada 1 Agustus hingga 22 Oktober 2018 ribuan pengendara roda empat sudah ditilang terkait peraturan ganjil genap yang diberlakukan di wilayah DKI Jakarta.

"Terkait penengakan hukum sudah kita mulai sampai 1 Agustus- 22 Oktober, memang jumlah pelanggarnya memang jumlahnya cukup besar ada sekitar 37.000 ribu sekian. Memang trennya itu fluktuatif kadang turun kadang naik," ungkap Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto.

Sanksi bagi pelanggar aturan ganjil-genap diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Denda maksimal bagi para pelanggar Rp 500 ribu.

Ia mengatakan bahwa wilayah yang paling banyak pelanggar berada di Jakarta Pusat yakni di Jalan Panjaitan dan Rasuna Said. Namun sayangnya tidak diungkapkan berapa jumlah angka pelanggar di sana.



Tonton juga 'Ganjil Genap Diperpanjang Sampai Akhir Tahun, Setuju?':

[Gambas:Video 20detik]

(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID
×
Layar Pemilu Terpercaya
Layar Pemilu Terpercaya Selengkapnya