Sabtu, 01 Sep 2018 12:05 WIB

Intip Spek Bus Listrik yang Antar Atlet Asian Games di Soetta

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Rizki Pratama Foto: Rizki Pratama
Tangerang - Bus listrik prototipe kedua yang diproduksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB) sudah mulai melakukan masa pengujian di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Bagaimana spesifikasi bus listrik buatan anak bangsa itu?

Untuk motor listriknya, bus listrik ini mengusung mesin penggerak tipe electrical motor permanent magnetic synchronous motor.

Dengan dapur pacu tersebut MAB mengklaim bus ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 200 kW atau setara dengan 268 hp dan torsi maksimal 2.400 Nm pada rotasi 1.200 rpm hingga 3.000 rpm.

Lithium Fero Phosphate yang menjadi baterai bus listrik ini mengangkut energi sebanyak 576 V450 Ah dengan kapasitas 259,2 kWh, dan berat 2.290 kg. Untuk pengisian daya sampai baterai penuh mobil ini membutuhkan waktu hingga tiga jam.



Dengan kondisi baterai penuh, bus listrik Maxvel dapat menempuh jarak 250 km, dengan kapasitas penumpang hingga 60 orang, bus listrik rakitan lokal ini mampu berlari 70 km/jam.

"Bus kita didesain untuk menampung 60 penumpang dengan 35 tempat duduk. Selain itu bus ini juga dilengkapi fasilitas untuk mempermudah penumpang difabel," ungkap General Manager PT Mobil Anak Bangsa Prabowo Kartoleksono.

Prabowo juga mengatakan bus ini sudah lulus uji tipe dan sedang menunggu izin dari Dishub. Prabowo berharap pengujian ini bisa mendapatkan banyak masukkan dari pihak terkait proyek bus listrik ini.



"Tambahan kenapa kita lakukan uji terbatas ini karena ingin lihat proses yang jadi SOP ke depannya. Salah satu contoh bagaimana nanti charging station bisa kita pasang di titip seperti apa yang ideal kemudian nanti bus harus terkoneksi untuk proses charging di charging station," ungkap Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin yang turut hadir dalam pembukaan masa uji bus listrik MAB.

Dalam masa uji coba protoipe kedua bus listrik ini, MAB juga tengah mempersiapkan prototipe ketiga yang akan untuk memenuhi standar atau kelayakan yang belum tercapai sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed