Kamis, 19 Jul 2018 07:31 WIB

Mekanik di Bengkel Resmi Suka Minta Ganti Suku Cadang yang Banyak?

M Luthfi Andika - detikOto
Bengkel Yamaha Foto: Aris Ginanjar Bengkel Yamaha Foto: Aris Ginanjar
Jakarta - Pasti banyak di antara Otolovers yang enggan ke bengkel resmi karena terlalu banyak spare part yang disarankan untuk diganti oleh mekanik saat melakukan servis. Hal itu pun langsung dibantah pabrikan otomotif.



Sebut saja seperti Yamaha, yang menilai pernyataan itu tidaklah benar. Seperti yang disampaikan GM Aftersales & Motorsport YIMM, M. Abidin.

"Bengkel resmi banyak yang diminta diganti? Sebenarnya kalau motornya di bawah 5 tahun jarang proses peremajaan (atau mengganti part-part-Red). Itu (peremajaan-Red) untuk jarak tempuh yang sudah tidak fit (sudah lama tidak diganti-Red)," ujar Abidin.



Abidin juga memberikan contoh apa saja spare part yang biasanya diremajakan.

"Ongkos me-repare dan ongkos spare part-nya itu murah, misalnya kabel rem. Ada 11 kabel, ada satu lintingan yang lepas itu sangat berbahaya," katanya.

"Selanjutnya dilihat dahulu apa dulu yang harus diganti. Kalau perawatan itu pasti barang-barang yang habis terpakai. Seperti kampas rem sudah menipis itu harus diganti karena beresiko. Jadi tidak benar jika teknisi yang langsung menyuruh mengganti part jika masih oke," tambahnya. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed