Rabu, 18 Jul 2018 09:32 WIB

Langkah Perusahaan Suku Cadang saat Barang Palsu Ada di Satu Toko

M Luthfi Andika - detikOto
Ilustrasi Spare part Foto: Nissan Motor Indonesia Ilustrasi Spare part Foto: Nissan Motor Indonesia
Jakarta - Pemalsuan spare part memang harus diberantas mengingat hal ini bisa merugikan banyak pihak, tidak hanya para produsen kendaraan tapi para pengendara juga bisa dirugikan bahkan bisa berakhir pada kecelakaan.



Lalu bagaimana di saat para produsen menemukan toko atau bengkel yang menjual barang palsu? Chief Executive PT Astra Otoparts, Rio Sanggau, menjelaskan beberapa langkah akan dilakukan, agar toko tidak menjual spare part palsu.

"Jika ini terjadi pada jaringan resmi kita, pertama kita melakukan pendekatan persuasif. Harapannya dengan pendekatan persuasif mereka bisa berubah (tidak lagi menjual spare part palsu-Red)," kata Rio.



"Kalau masih menjual bagaimana? Kalau merugikan image kita, kita akan menghindari kerja sama dengan chanel-chanel seperti itu," tambahnya.

Rio menilai, banyaknya pemalsuan pada produk Astra Otoparts seperti accu GS Astra dinilai wajar. Karena hingga saat ini GS Astra masih menguasai market.



"Untuk accu pada roda empat itu kita menguasai lebih dari 50 persen pasar (market share-Red). Karena kita sudah lebih dari 40 tahun menjadi market leader. Untuk accu motor itu menguasai pasar berkisar 50 persenan, karena kita punya 3 merek yaitu GS Astra, Federal Baterai, dan Aspira baterai," ujarnya. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed