Senin, 21 Mei 2018 17:31 WIB

Kecelakaan Maut di Brebes Jadi Pelajaran Penting buat Sopir Truk

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kecelakaan maut di Brebes. Foto: Imam Suripto/detikcom Kecelakaan maut di Brebes. Foto: Imam Suripto/detikcom
Jakarta - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Bumiayu, Desa Jati Sawit, Brebes, akhir pekan kemarin. Truk menabrak kerumunan warga yang sedang menunggu waktu berbuka puasa. Belasan orang meninggal dunia akibat kecelakaan ini.

Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Bakharudin mengatakan, selain jumlah muatan yang melebihi tonase, kecelakaan ini diduga akibat kondisi jalan yang menurun sejauh kurang lebih 3 km.

"Saya tegaskan ini bukan karena rem blong melainkan karena faktor tonase yang berlebihan maka kendaraan terdorong tanpa kendali," ungkapnya.



Kecelakaan maut ini menjadi pelajaran penting untuk sopir truk. Chief Instructor Rifat Drive Labs, Herry Wahyudi, mengatakan sopir truk atau kendaraan berat lain harus memahami bahaya dan risiko terhadap pengemudian kendaraan berat. Mereka harus memahami karakter jalan dan rute di mana kendaraan berat itu akan lewat. Termasuk turunan panjang seperti di lokasi kecelakaan ini.

"Sopir harus mengerti kapasitas total yang dapat diangkut oleh kendaraan. Mengerti penempatan/distribusi beban dan melihat beban ini adalah barang padat atau cair. Mengerti sistem ikat atau sistem angkut terhadap barang yang dibawa," kata Herry kepada detikOto.

Truk juga harus diperiksa secara berkala, terutama fitur keselamatan seperti sistem pengereman. Sopir harus segera melaporkan jika terjadi masalah.

"Kemungkinan terjadi gesekan berlebih setelah service brake dilakukan berlebihan dan mengakibatkan rem seperti nge-loss," ucap Herry.



"Jika sudah terjadi kehilangan fungsi rem tekan klakson seaktif mungkin untuk memancing respons sekitar serta mencari tempat berhenti terbaik dengan potensial korban terkecil," tambahnya.

Diberitakan detikNews, saat kondisi jalan turun truk dengan muatan berat berisiko meluncur tanpa terkendali. Rem tidak bisa menghentikan kendaraan akibat dorongan yang kuat dari beban kendaraan.

Dalam kondisi tidak terkendali, truk muatan gula kristal ini tidak bisa masuk jalan lingkar. Truk ini malah memasuki kawasan kota. Kondisi ini diperparah karena sopir tidak mengenal karakteristik daerah ini yang penuh keramaian pada musim puasa. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed