Senin, 21 Mei 2018 11:53 WIB

Mirip Film Fast and Furious! Polisi Ditabrak Hingga Naik Atap Mobil

Ruly Kurniawan, Ibnu Munsir - detikOto
Foto: Dok. Screenshot yang beredar Foto: Dok. Screenshot yang beredar
Gowa - Sebuah video yang menunjukkan seorang polisi lalu lintas (polantas) bergelantungan di atas mobil ramai beredar. Rupanya peristiwa tersebut terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan.

Anggota polisi yang bergelantungan di mobil Datsun berwarna putih itu adalah anggota polisi dari Satlantas Polres Gowa, Bripda Syaiffulah. Diposting lewat akun instagram @polantasindonesia, Bripda Syaiffulah terlihat sedang berada di bagian atap mobil Datsun berkelir putih yang sedang berjalan. Kecepatannya pun tak kira-kira, diperkirakan sampai 60 km/jam.

Dari video yang beredar, terlihat mobil melaju dengan cepat dan berzig-zag seperti hendak menjatuhkan polisi itu dari atas mobil.
Masyrakat banyak yang ikut menyaksikan kejadian itu di pinggir jalan. Bahkan mobil pelaku, seakan tidak memperdulikan banyaknya warga yang berada di sekitarnya.

Belakangan diketahui pemilik mobil merupakan seorang oknum TNI, Prada I.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV Hasanuddin, Kolonel Inf. Alamsyah melalui sambungan telepon. "Dia anggota Kodam, Prada I," kata dia. Hanya saja Alamsyah tak mengungkap identitas oknum TNI tersebut. Pemeriksaan Prada I selesai hari Minggu siang kemarin, namun Kodam XIV Hasanuddin saat ini belum bisa menentukan sikap terkait sanksi apa yang akan diberikan jika terbukti bersalah."Dia dilihat-lihat apa pelanggaranya, ringan atau berat," terangnya.

Alamsyah mengatakan insiden tersebut merupakan kesalahpahaman. Peristiwa penabrakan itu terjadi di Jl Poros Padivalley, Kecamatan Pattalasang.

"Pada saat itu ada banyak balapan liar. Pada saat dia datang juga dan diberhentikan, dia turun dari mobil dia perlihatkan identitas dia, kemudian masukkan kembali ke mobilnya, mau jalan. Tapi polisi lalu lintas naik di mobil bagian depan," kata Alamsyah.

Alamsyah menjelaskan, Prada I terpaksa menjalankan mobilnya, lantaran terdengar suara untuk menahan dan menembak dari belakang mobil, padahal telah dilakukan pemeriksaan.

"Pada saat tertentu ribut di belakang, ada bilang tahan-tahan, tahan tembak jadi dia mempercepat laju kendaraannya, kebetulan polantas tersebut di atas," jelas Alamsyah.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed