Senin, 14 Mei 2018 11:34 WIB

Cara Penggemar Obati Rasa Rindu dengan Honda Freed

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Honda Freed (Foto: Dadan Kuswaraharja) Honda Freed (Foto: Dadan Kuswaraharja)
Jakarta - Di Indonesia Honda Freed sudah tidak dipasarkan sejak 2015. Penggemar mobil ini punya berbagai cara untuk mengobati rasa rindu dan penantiannya pada mobil kotak atau boxy itu. Salah satunya dengan memodifikasinya.

Seperti yang dilakukan salah satu anggota Honda Freed Owners Indonesia (HOFOS), Wahyu Putra, yang memodifikasi Honda Freed 2010-nya, agar merasa Honda Freed masih dijual di Indonesia.

"Ya karena kan mobil ini sudah simpang siur ya mau keluar (model baru) lagi apa enggak, jadi saya modif saja," ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.

Selain itu, Wahyu juga mengatakan tidak akan menjual Honda Freed miliknya karena alasan yang sama, mobil sudah tidak lagi dipasarkan di Indonesia. "Mobil nggak bakal saya jual karena istilahnya sudah nggak tahu keluar lagi apa nggak, sudah mending dimodif saja," tuturnya.



Saat ditanya mau seperti apa bentuk dari Honda Freed terbaru jika meluncur di Indonesia, Wahyu tidak muluk-muluk, ia hanya ingin Honda Freed lebih elegan, dengan mempertahankan beberapa bagian dari model lamanya.

"Desain mungkin pertahankan konsep lama kaya sliding doornya, sama tambahin sunroof sih, lebih premium," katanya.

Konsep modifikasi pada Honda Freed 2010 miliknya pun sederhana, yakni eksterior yang hampir seluruh bagiannay di lapisi karbon. "Cuma saya tambahin karbon, air suspension, dan sound system, body kitnya asli Jepang, ya konsepnya berbalut karbon saja sih," papar Wahyu.

Sedangkan pada bagian dalam mobil yang dimodifikasi selama setahun dengan menghabiskan biaya Rp 80 jutaan itu asli dalaman Honda Freed.

"Karen ini kan mobil keluarga ya," ucapnya. (khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed