Selasa, 24 Apr 2018 19:18 WIB

Mengenang Kisah Damri di Hari Angkutan Nasional

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mengenang Kisah Damri di Hari Angkutan Nasional Foto: Tri Ispranoto
Jakarta - Tanggal 24 April hari ini dijadikan Hari Angkutan Nasional. Bicara soal Hari Angkutan Nasional, tak lengkap jika tidak membahas soal Damri sebagai penyedia transportasi sejak Indonesia merdeka.



Damri adalah singkatan dari Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (EYD: Jawatan Angkutan Motor Republik Indonesia). Dikutip dari laman resminya, cikal bakal Damri dimulai dari dua usaha angkutan di era pendudukan Jepang.

Saat itu, terpanya pada 1943 ada dua angkutan, yaitu JAWA UNYU ZIGYOSHA dan ZIDOSHA SOKYOKO. Jawa Unyu Zigyosha dikhususkan untuk angkutan barang dengan truk, gerobak atau cikar (seperti dokar). Sementara Zidosha Sokyoku menjadi angkutan penumpang dengan kendaraan bermotor atau bus.



Pada 25 November 1946, keduanya digabung menjadi "Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia" yang disingkat menjadi Damri. Damri dijadikan sebagai penyelenggara pengangkutan darat dengan bus, truk, dan angkutan bermotor lainnya.

Sejak itulah, Damri bertugas melayani masyarakat dan mengambil peran dalam mempertahankan kemerdekaan di era agresi Belanda pasca-kemerdekaan.

Di tahun 1961, status Damri berubah menjadi Badan Pimpinan Umum Perusahaan Negara (BPUPN). Selanjutnya pada 1965, BPUPN dihapus dan Damri ditetapkan menjadi Perusahaan Negara (PN).



Namun kemudian berubah lagi pada 1982 menjadi Perusahaan Umum (Perum) DAMRI berdasarkan PP No. 30 Tahun 1984, selanjutnya dengan PP No. 13 tahun 2002 hingga saat ini. Perum Damri diberi tugas dan wewenang untuk menyelenggarakan jasa angkutan umum untuk penumpang dan/atau barang di atas jalan dengan kendaraan bermotor. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com