Officer Commercial Retail Fuel Marketing PT Pertamina Persero Indra Pratama mengatakan bahwa pemerintah tidak tegas menanggapi hal tersebut. Jadinya, Pertamina membiarkan banyak pelaku bensin eceran bertebaran dan tidak bertanggung jawab.
Baca juga: Pertamini Modern di Desa |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selalu berkordinasi dengan pemerintah provinsi dan menyampaikan jangan mau beli bahan bakar di pengecer, karena kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Harganya tidak standar. Dari sisi takaran dengan botol-botol yang diklaim satu liter isinya kita kan enggak tahu itu benar atau tidak dan sering kali hanya 800 mili atau 900 mili," tambah Indra.
Tapi dari obrolan tersebut pemerintah tidak memberikan jawaban dengan menandatangani hitam di atas putih. "Pemerintah masih belum membuat juga regulasinya. Ini yang masih jadi dilema, dan Pertamina tidak bisa terjun langsung untuk mengambil tindakan," tutup Indra. (ruk/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun