Selasa, 06 Mar 2018 15:33 WIB

Hampir 100 Persen Sopir Truk Alumni Kernet

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Kecelakaan truk (Foto: istimewa) Kecelakaan truk (Foto: istimewa)
Jakarta - Kecelakaan truk karena ulah sopir yang nyetirnya ugal-ugalan seakan-akan jadi hal lumrah di Indonesia. Salah satu faktornya karena hampir semua sopir truk ternyata adalah alumni kernet. Kernet yang menjadi sopir tanpa melalui pendidikan terlebih dulu.

"Karena di sini tidak ada pendidikan sopir, sopir truk ya khususnya di Indonesia. Kalau pendidikan pilot ada, itu melalui simulator segala macam, kita ini pendidikan sopir tidak ada simulatornya, otodidak semua," ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Kyatmaja Lookman, kepada wartawan di Jakarta.

Biasanya, kernet menjadi sopir truk, saat sopir asli kelelahan atau berhalangan. "Biasanya dia itu mulai dari sopir, terus kernet-nya suruh bawa, nah itu awal dia jadi sopir truk. Hampir 100 persen itu alumni kernet," katanya.

Memang dari segi kelihaian kebanyakan sopir truk tidak perlu diragukan lagi, bisa dilihat dari cara mereka membawa mobil yang sebenarnya besar namun terasa kecil. Yang jadi masalah adalah sikap dan mental berkendaranya, karena tidak ada pendidikan untuk mereka sebelumnya.

"Kalau kita ngomong skill tidak diragukan, tapi attitude sama knowledge mereka itu minim, jadi itu artinya. Bahkan ada driver saya yang beranggapan, nyupir terlalu dekat itu bagus katanya kecelakaannya tidak terlalu parah, kan itu mindset yang gila, dia nggak bisa lihat lampu remnya," lanjut Kyat.

Menurutnya hal itulah yang perlu ditanggulangi mulai dari sekarang. Mengingat peran penting sopir di industri mobil komersial bagi para pelaku usaha. "Hal-hal seperti itu kan harus diurus kan, kalau nggak selamanya akan seperti itu," tambah Kyat. (khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed