Jumat, 02 Mar 2018 10:52 WIB

Heboh Larangan Dengarkan Musik di Mobil, Ini Penjelasan Polisi

Dina Rayanti - detikOto
Foto: Marwah Zada Rahmatina Foto: Marwah Zada Rahmatina
Jakarta - Saat sedang berkendara seluruh konsentrasi memang harus difokuskan ke jalan. Itu semua dilakukan semata-mata agar para pengguna jalan selamat saat sedang berlalu-lintas.

Baca: Merokok Sambil Mengemudi Bisa Hilangkan Kantuk? Itu Cuma Sugesti

Bahkan kalau pengendara kehilangan konsentrasi saat berkendara justru bisa dikenakan pasal 106 ayat 1 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan hukuman pidana kurungan 3 bulan atau denda Rp 750 ribu.

Baca: Soal Pengendara Merokok, Pemotor Disarankan Pakai Helm Fullface

Merokok disebut-sebut salah satunya. Merokok sambil berkendara dianggap mengganggu konsentrasi dan juga merugikan pengguna jalan lain. Terlebih jika abu rokok mengenai mata.

Ada yang menyebut bukan hanya rokok yang bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara tapi juga mendengarkan musik. Menurut Kasubdit Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto hal itu dikembalikan ke masyarakat. Kalau memang dianggap mengganggu kegiatan berkendara tentunya itu melanggar dan pengendara bisa dihukum.

Baca: Abu Rokok dari Pengendara Mobil Bisa Bahayakan Pengguna Jalan

"Bagaimana dengan yang merokok dan mendengarkan radio, silakan masyarakat menilai kegiatan tersebut mengganggu konsentrasi atau tidak," kata Budiyanto saat dihubungi detikOto, Jumat (2/3/2018).

Artinya kalau menurut masyarakat kegiatan tersebut tidak mengganggu konsentrasi saat berkendara berarti masih sah-sah saja dilakukan.


Tapi memang saat mendengarkan musik di mobil, musik bisa membuat perhatian Anda teralihkan saat menyetir, atau istilah kerennya distraksi.

Menurut psikolog Agatha N. Ardhiati, 88 persen pengendara selalu mendengarkan musik di dalam kendaraan, sementara sisanya kadang-kadang saja atau tidak mendengarkan musik.

"Faktor-faktor distraksi adalah apa yang kita lihat, dengar, cium/hirup, rasakan, pikirkan. Sebenarnya walaupun lewat indera pendengaran, tetapi lewat musik kita bisa memunculkan emosi, perasaan tertentu, dan itu yang membuat jadi distraksi saat nyetir," ujarnya beberapa waktu lalu.

Alasan kedua musik bisa jadi distraksi saat menyetir adalah kita bisa tiba-tiba jadi mengkhayal, memikirkan pengalaman masa lalu.

"Jadi bukan hanya musiknya saja, tetapi efeknya bisa memunculkan emosi/perasaan tertentu," ujar Agatha.

Jadi bagaimana mendengarkan musik yang benar dalam mobil? Dia menyarankan pengguna kendaraan memilih lagu-lagu atau membuat playlist yang bisa menjaga emosi.

"Kalau lagi galau, jangan setel lagu-lagu galau, diganti ama yang senang. Pilih musik yang sesuai yang bisa berfungsi menjaga perasaan, kalau tadi senang tetep senang," ujarnya.

Namun ada kalanya saat nyetir kita benar-benar harus mematikan musik, misalnya saat parkir kendaraan.

"Matiin saja musiknya, jangan sampai tukang parkirnya sudah bilang setop-setop eh malah 'dug!' udah deh," ujarnya.

Saat melalui jalan tikus yang sempit, kadang kita perlu mematikan musik, karena saat itu butuh konsentrasi yang tinggi.

"Tetapi kalau kalau situasi normal, biar moodnya bagus menyalakan musik sih oke-oke saja," pungkasnya.

Nah kalau menurut Otolovers sendiri, apakah mendengarkan musik sambil berkendara bisa mengganggu konsentrasi? (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed