Kamis, 22 Feb 2018 15:14 WIB

Apa Tindakan Operator Tol Tangerang-Merak untuk Tekan Angka Kecelakaan?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: dok. detikcom Foto: dok. detikcom
Jakarta - Angka kecelakaan di jalanan, khususnya di jalan tol masih banyak. Untuk meminimalisir angka kecelakaan itu, dibutuhkan peran berbagai pihak, tak terkecuali operator jalan tol.

PT Marga Mandalasakti sebagai operator Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer), juga turut berusaha mencegah terjadi kecelakaan. Sunarto Sastrowiyoto, Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Mandalasakti, mengatakan dengan tindakan pencegahan itu diharapkan angka kecelakaan bisa ditekan.

"Kita coba meningkatkan respons time untuk penanganan kecelakaan. Kita dari dulu selalu memasang wire rope di tengah, rumble dot di bahu jalan supaya yang ngantuk terbangun," kata Sunarto di acara Meet and Greet Journalist Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak di Kantor Pusat Astra International di Sunter, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Untuk diketahui, Rumble Dot adalah material dari bahan hotmix dengan komposisi khusus dan dimensi serta jarak tertentu yang dipasang sedemikian rupa pada bahu jalan (Inner Shoulder) atau sisi terluar dari marka jalan Inner Shoulder yang berfungsi sebagai garis kejut. Fungsi Rumble Dot untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan agar tidak keluar dari perkerasan jalan sehingga dapat mengurangi terjadinya kecelakaan akibat mengatuk.

Sementara wire rope digunakan sebagai pagar pembatas yang menggunakan tali yang terbuat dari baja. Di Indonesia tali baja ini lebih sering disebut kawat sling.

Sunarto menyebut, kecelakaan di jalan tol banyak juga dipicu oleh truk-truk bermuatan berlebihan. Untuk itu, pihaknya juga mencegah adanya truk-truk overload.

"Kalau kita lihat kecelakaan banyak melibatkan kendaraan berat dan dikarenakan sopir ngantuk, dan beban dari kendaraan itu. Dari hasil survei kita kebanyakan kendaraan overload inilah yang menyebabkan kecelakaan. Sehingga di gerbang-gerbang Cilegon Barat kita pasang timbangan atau disebut weight in motion. Kita tambahkan di Serang Barat dan Cilegon Timur. Itu untuk mengurangi kecelakaan," ucap Sunarto.

"Karena kendaraan overload sering kali jalan lambat jadi kebanyakan terjadi tabrak belakang," tambahnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed