Adalah Karoseri Laksana, yang bermarkas di Ungaran, Jawa Tengah, sejak sekitar tahun 2008 sudah mengirim bus rakitannya ke Fiji, sebuah negara kepulauan di selatan Samudra Pasifik.
"Kira-kira 10 tahun lalu, sampai sekarang total yang sudah di ekspor 170-an unit," ujar Director Karoseri Laksana, Iwan Arman, kepada wartawan, di Ungaran, Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lanjut Iwan mengaku, pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan Bangladesh, yang juga tertarik dengan bus rakitan Laksana.
Namun niatan ekspor ke Bangladesh itu kembali ditegaskan Iwan baru dimulai. Artinya belum 100 persen pasti. Ditambah dengan biaya-biaya lainnya yang cukup menjadi penghambat.
"Ya ini dalam proses ngurus izinnya," lanjut Iwan.
Untuk itu, Iwan belum bisa memastikan berapa unit yang nantinya akan dikirim. Yang pasti pihak Bangladesh sudah melakukan survei ke Indonesia. "Mestinya banyak, dan kebetulan yang rekomendasi dari Scania, dia diler Scania juga di sana, dia sudah ninjau ke sini juga," paparnya.
(khi/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Emang Kepala SPPG Perlu Motor Trail Listrik Seharga Rp 50 Juta?