Sabtu, 13 Jan 2018 15:05 WIB

5 Tahun Sekali Polisi Walsus Dipilih

Khairul Imam Ghozali - detikOto
5 Tahun Sekali Polisi Walsus Dipilih Foto: Rachman Haryanto 5 Tahun Sekali Polisi Walsus Dipilih Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]


Pengawal Khusus (Walsus) merupakan salah satu bagian dari kesatuan Patroli dan Pengawalan (Patwal) yang ditugaskan khusus untuk mengawal pejabat negara dalam perjalanan tugasnya. Lantas kapan sih Walsus dipilih?

Anggota Banit (Bintara unit) Patwal Polda Metro Jaya, Bripka Nanang, menjelaskan bahwa lima tahun seklai Ditlantas melakuan seleksi para Patwal untuk dijadikan Walsus baru.

"Di kantor kita itu mengadakan seperti itu, disaring buat pejabat-pejabat, diseleksi, disiapkan. Memang sudah ada atau sudah terpilih sewaktu-waktu ada pejabat negara memerlukan, bisa dimasukan," ujarnya saat ditemui detikOto, di Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Selain ada seleksi calon anggota Walsus baru tiap lima tahun, para Walsus juga mendapatkan penyegaran tentang berkendara dan lainnya terkait keamanan dalam mengawal pejabat negara.

"Tiap tahun juga kita dia adakan monitoring, satu monitoring yang kedua penyegaran masalah berkendara, safety ridingnya gimana, tetap di adakan terus pelatihan biarpun sudah senior tetap harus ada penyegaran," tutur Nanang.

Lanjut Nanang menjelaskan, petugas Walsus yang ditunjuk untuk mengawal menteri atau pejabat negara dengan jabatan tertentu bisa digantikan oleh anggota Walsus lain. atau sebaliknya, meski orang yang menjabat sebagai menteri dengan jabatan tertentu sudah digantikan oleh yang lain, bisa saja anggota Walsus tetap menjadi pengawal menteri dengan jabatan tersebut.

"Selagi masih ya istilahnya masih dibutuhkan, dan tidak terjadi masalah di tengah jalan ya nggak ganti bisa. Tapi dilihat kebutuhan ya, kebutuhan itu selagi dia tidak ada permasalahan, atau kebutuhan dari kantor atau user (pejabat yang dikawal) tidak ada masalah yang penting baik-baik saja," paparnya.

Selain itu, alasan lain anggota Walsus tidak diganti meski orang yang menjabat sebagai menteri tertentu sudah berganti, karena jika diganti takut mengganggu tugas dari menteri atau pejabat itu sendiri.

"Bisa juga supaya ngga ribet komunikasi lancar nyari jalanya boleh dikatakan itu juga, karena sudah terbiasa misalnya menteri ketenaga kerjaan suka jalannya kemana rutenya kemana, kalau ganti orang takutnya kurang paham rute-rutenya bisa dikatakan gitu juga mungkin," pungkas Nanang. (khi/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed