Rabu, 10 Jan 2018 12:55 WIB

Dihujat Sampai Diludahi Suka Duka Jadi Patwal

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Dihujat Sampai Diludahi Suka Duka Jadi Patwal Foto: Rachman Haryanto Dihujat Sampai Diludahi Suka Duka Jadi Patwal Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Tidak bisa dipungkiri paradigma pemikiran kebanyakan orang dengan rombongan yang dikawal oleh polisi Patroli dan Pengawalan (Patwal) tidak baik. Namun itulah yang memang terjadi, bahkan bisa lebih parah lagi.

Diakui Anggota Banit (Bintara unit) Patwal Polda Metro Jaya, Bripka Nanang, pemikiran jelek masyarakat terhadap Patwal dan rombongannya memang benar adanya, bahkan dirinya mengaku pernah dihujat sampai lebih parah lagi diludahi.

"Saya dulu waktu masih di unit belum ngawal ini pernah juga saya di ludahin motor saya pernah, sama pengguna jalan, lagi PAM (pengaman perjalanan) VVIP, PAM rute, pernah saya di ludahi motornya, terus juga dikatain ngomong kasar, jorok apa segala macam," ungkapnya saat ditemui detikOto, di Jakarta.

Meski demikian hal tersebut dianggap lumrah. Sebab, menurutnya sudah pasti orang merasa terganggu dengan penutupan jalan yang dilakukan, padahal bukan hanya rombongan dengan kawalan yang menggunakan jalan dan sedang terburu-buru, orang yang lain pun juga begitu.

"Saya bekerja berdasarkan tugas memang prosedurnya sudah seperti ini, kalau memang saya tidak melakukannya nanti saya yang kena, memang saya cuma menutup jalan sementara, ya memang nggak terlalu lama cuma memang oran gitu ya saya hanya bisa istigfar saja, diam saja saya," tuturnya.

Untuk itu lanjut Nanang mengatakan, harus pintar-pintar menjaga emosi. Dan itu bukan hanya berlaku untuk seorang Patwal saja namun juga seluruh pengguna jalan, sebab jika saling mengerti dan sabar maka semuanya akan baik-baik saja.

"Kalau kita nggak jaga-jaga emosi di jalan entah itu pengguna jalan yang lain atau petugas semacam saya kita harus mengendalikan juga, kalau tidak ya jadinya nggak ada selesainya terjadi keributan terus," katanya.

"Lagi pula buat apa saya ladenin, ya memang manusaiwilah dia masyarakat emosi seperti itu kita mau ngggak mau lah nerima," tambah Nanang. (khi/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed