Selasa, 12 Des 2017 16:29 WIB

Polri Kerap Ingatkan Tata Cara Berkendara

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: Pemotor terjepit Bus TransJ. (Dok. PT TransJ)
Jakarta - Kejadian tergencetnya pengendara motor di bus Transjakarta tadi pagi akibat pengendara nekat ingin mendahului bus Transjakarta di jalur busway menjadi pelajaran penting untuk kita sebagai pengendara.

Bagaimana tidak, karena berbagai pihak kerap mengingatkan kepada seluruh pengendara untuk bisa berkendara dengan baik dan benar. Bahkan pihak berwajib pun sudah kerap mengingatkan agar para pengendara bisa lebih beretika saat berkendara.



Seperti yang disampaikan Kompol Herman Kasi Dikmas kepada detikOto, Selasa (12/12/2017).

"Kita sudah sering mengimbau agar pengendara lebih beretika saat beretika," kata Herman.



Herman pun menjelaskan pengendara yang beretika menurut Polri adalah pengendara yang menaati peraturan.

"Biasanya kita berdasarkan aspek peraturan, rambu dan marka jalan, pengendara yang menaati ini adalah pengendara yang beretika. Ini yang sering kita sampaikan," ujar Herman.



Herman pun mengatakan tata cara berkendara sudah diatur dalam Undang-undang No. 22 tahun 2009.

Berdasarkan penelusuran detikOto, dalam undang-undang No. 22 tahun 2009, pada Bagian Keempat Tata Cara Berlalu Lintas Paragraf 1 Ketertiban dan Keselamatan Pasal 105 dan 106 terlihat jelas.

"Dalam undang-undang No.22 tahun 2009, di sana ada etika berkendara. Kita sering mengatakan menuju keselamatan berkendara itu harus punya etika, ini termasuk dalam sopan santun dalam berlalu lintas. Pengendara yang tidak memiliki etika bisa menyebabkan kecelakaan," ujarnya. (lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com