Kendaraan Listrik Datang, Nasib Pekerja Terancam

Kendaraan Listrik Datang, Nasib Pekerja Terancam

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Rabu, 15 Nov 2017 16:24 WIB
Kendaraan Listrik Datang, Nasib Pekerja Terancam
PLN Pamer SPLU dan Kendaraan Listrik di IBD Expo (Foto: Fadhly Fauzi Rachman)
Jakarta - Industri otomotif di seluruh dunia saat ini mulai masuk ke masa transisi ke tren kendaraan listrik. Bukan hanya teknologi, namun juga nasib sumber daya manusia yang bekerja pada industri kendaraan konvensional terancam.

Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO), Gunadi Sindhuwinata, mengatakan bahwa masa transisi ini harus dilihat secara lebih luas, salah satunya para pekerja tersebut. Sebab kata Gunadi, banyak komponen yang berbeda nantinya saat kendaraan listrik diproduksi.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita bicara mengenai produksinya sendiri dibandingkan dengan produk motor yang konvensional, itu komponennya kan jauh berkurang, artinya apa? Ada beberapa industri yang kemungkinan tidak diperlukan lagi, nah apakah mereka bisa transformasi, seperti ini pun juga harus dipikirkan," ujarnya kepada wartawan, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (15/11/2017).



Menurut Gunadi, dalam kasus tersebut pihak-pihak terkaitlah yang semestinya memikirkan hal tersebut. Sebab mereka yang mempunyai tanggung jawab selain pada produk itu sendiri.

"Oleh institusi tertentu mungkin Kementerian Perindustrian mungkin juga dari sisi Kementerian Tenaga Kerja juga harus dipikirkan bagaimana mengalokasikan pekerja ini ke tempat lain. Misalkan, dengan melakukan pendidikan ulang, melakukan pelatihan-pelatihan yang dijuruskan kepada satu profesi jenis baru lah," tuturnya.



Jadi, jika hal tersebut diperhatikan dan dipikirkan penanggulangannya maka tidak perlu khawatir dengan masa transisi tersebut.

"Tapi saya tidak khawatir bahwa ini akan satu pengurangan satu penambahan di tempat lain pun juga dibutuhkan gitu, asal kita memperhatikan bahwa ini akan terjadi, jadi disiapkan satu transformasi untuk menuju ke situ supaya tidak terjadi gejolak itu," terang Gunadi. (khi/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads