Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Sabtu 09 September 2017, 15:17 WIB

Waduh, Wacana Larangan Motor Melintas di Jalan Protokol Masih Bakal Berlaku

Ruly Kurniawan - detikOto
Waduh, Wacana Larangan Motor Melintas di Jalan Protokol Masih Bakal Berlaku Wacana Larangan Motor Melintas di Jalan Protokol Masih Bakal Berlaku Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pembatalan pembatasan jalan pemotor di ruas jalan Sudirman dan Rasuna Said disambut oleh berbagai pengendara tak terkecuali kalangan pemotor yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Menentang Pembatasan Motor (GAMPAR).

Rio Octaviano sang inisiator GAMPAR mengungkapkan apresiasinya kepada Pemprov DKI Jakarta terkait hal tersebut.

"Kami mengucapkan apresiasi kepada seluruh pengguna motor yang telah berpartisipasi dan juga Pemprov Jakarta yang menunda keputusan pelarangan kendaraan bermotor di Sudirman," ujar Rio pada konvrensi pers di Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Namun, para pengendara motor bisa dipastikan belum akan bisa berkendara dengan tenang di Jakarta. Karena disaat GAMPAR berkunjung ke DPRD, Rio menemukan hal yang mengejutkan yakni terkait pembatasan kendaraan bermotor yang masih akan terus dilakukan pada waktu dekat.

"Kemarin, hari jumat, kita temukan ternyata komisi B mendapatkan Pergub baru yang diterima pada hari Kamis lalu (7/9/2017), yakni Pergub Nomor 25 terkait pelarangan sepeda motor. Pelarangan ini lebih luas karena pembatasan akan dilakukan di 9 jalan Jakarta," ucap Rio.

Peraturan tersebut merupakan perluasan dari Perda 149 tahun 2016 terkait pembatasan gerak sepeda motor di beberapa ruas jalanan Jakarta.

"Disana, motor akan dibatasi dengan sistem jalur pembayaran elektronik. Bahkan satu pasalnya menegaskan bahwa yang akan dilarang adalah kendaraan motor," paparnya.

Pada pasal 7 di pergub yang di undangkan pada 10 Maret 2017 ini disebutkan, pembatasan kendaraan motor melalui jalur pembayaran elektronik akan diberlakukan pada jalan Sisingamaharaja, Jendral Sudirman, Thamrin, Merdeka Barat, Majapahit, Letjen Suprapto, Hayam Wuruk, Gatot Subroto, dan Rasuna Said.

"Ini kalau diterapkan kan parah banget. Jadi meski peraturan sekarang ditunda, diskriminasi para pengguna motor tetap berlanjut, malah makin besar nanti. Oleh karena itu kami akan masih terus berjuang," ucap Rio. (lth/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed