Di ajang GIIAS 2017 lalu, kedua mobil tersebut mendapatkan respons yang sangat baik bahkan tidak sedikit pula yang telah melakukan pembelian.
PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) selaku perusahaan yang bergerak pada pendanaan otomotif, elektronik, dan alat rumah tangga pada kuartal pertama tahun ini telah mencatat pembiayaan sebesar Rp 15,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hafid mengungkapkan pada perolehan tersebut pembiayaan mobil mencapai 45%, namun angka tersebut belum dihitung dari pembiayaan mobil terbaru itu.
"Xpander kan barangnya masih inden, belum dikirim, jadi kita belum hitung," ujar Hafid. Begitu juga dengan roda empat keluaran dari Wuling.
"Untuk SPK memang sudah ada namun saya tidak ingat pasti angkanya. Tetapi berpotensi sih," katanya. Namun Hafid masih enggan untuk mengungkap lebih jauh hal tersebut.
Hingga saat ini, realisasi dari Adira Finance telah mencapai sekitar 40 hingga 45% dari target tahunannya. "Kami mempunyai target Rp 33 triliun untuk tahun ini. Sampai semester awal ini sudah terealisasi sebesar Rp 15,7 triliun atau 40-45%," ujar Hafid.
"Khusus untuk bulan Juli sendiri itu kita sudah capai 2,7 triliun atau meningkat 8% dari tahun sebelumnya pada bulan yang sama. Semoga ekonomi growth kita baik, bisnis otomotif juga terus oke, Adira juga nantinya akan baik," tutup Hafid (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas