Kamis, 24 Agu 2017 16:36 WIB

Bosch Sediakan Part Mobil Hybrid untuk Pabrikan Otomotif

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: M Luthfi Andika Foto: M Luthfi Andika
Tangerang - Perusahaan asal Jerman, Boshc mengajak para produsen otomotif untuk bisa melahirkan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia seperti hybrid. Oleh sebab itu, Bosch kini menyediakan part system hybrid yang disapa 48V Boost Recuperation System untuk para pabrikan otomotif.

"Ini sebenarnya sebuah sistem, kita di Bosch memiliki sistem 'Recuperaion System' di pasar biasanya dikenal Mild Hybrid sebagai lawan kata dari power hybrid atau low voltage hybrid. Tujuan sistem ini sebenarnya untuk menurunkan emisi CO2 dan membuat konsumsi bahan bakar kendaraan menjadi lebih irit," ujar Manager Gasoline System Sales, Gino G. Souhuwat, di GIIAS 2017 pekan lalu.

Bosch Sediakan Part Mobil Hybrid untuk Pabrikan OtomotifFoto: M Luthfi Andika


Gino menambahkan untuk menerapkan sistem ini, setiap pabrikan otomotif membutuhkan 3 part tambahan, yaitu mesin Boost Recomment, baterai lithium 48 volt, converter DC-DC dan baterai biasa. Jika menerapkannya maka kendaraan akan memiliki beberapa keunggulan.

"Pertama start-stop engine, dalam keadaan macet atau lampu merah mesin kita bisa matikan sementara, pada saat kita mau kembali jalan energi yang terdapat dari baterai ini disalurkan, dari energi listrik diubah menjadi energi gerak untuk menghidupkan mesin," ujar Gino.

"Kemudian kedua fungsi boost, pada saat kecepatan tinggi dan engine membutuhkan energi lebih. Bukan hanya didapatkan dari motor bahan bakar biasa saja tapi bisa ditambahkan lagi dengan power yang ada di lithium ion. Ini diubah dari energi listrik ke energi gerak sehingga torsinya akan terbantu," tambahnya.

Tidak berhenti sampai di situ, dengan sistem ini Bosch menjamin akan membuat baterai mobil biasa (accu) lebih awet.

Bosch Sediakan Part Mobil Hybrid untuk Pabrikan OtomotifFoto: M Luthfi Andika


"Selanjutnya costing, pada saat kecepatan stabil misalkan pada kecepatan 80-100 km/jam, seperti di jalan bebas hambatan. Mesin itu bisa kita matikan sementara 2-3 detik di kecepatan stabil, dan untuk menjaga baterai biasa tidak soak, maka energi baterai dari lithium ion bisa diubah dari 48 volt menjadi 12-14 volt oleh DC-DC konverter untuk mengisi baterai biasa," katanya

"Selanjutnya ada Recuperation ini untuk menjaga baterai lithium ion dan baterai biasa tidak soak. Karena ketika kita melakukan pengereman energi gerak dari engine tidak kita buang sia-sia menggunakan mesin ini, untuk melakukan pengisian baterai lithium ion dan baterai biasa," ujarnya.

Namun, kembali Bosch sampaikan, sistem ini tidak akan dijual sebagai aftermarket, melainkan memang dikhususkan untuk pabrikan.

"Sebenarnya ini untuk tidak aftermarket tapi untuk produsen, karena ini juga harus dikendalikan menggunakan ECU atau otak mesin. Ini untuk pabrikan, business to business, karena sistemnya harus diubah semuanya. Saat ini kita sudah kerjasama dengan Mercedes-Benz S-Class terbaru yang baru akan dipasarkan pada awal 2018," tambahnya. (lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed