Jumat, 21 Jul 2017 15:38 WIB

Mengintip Cara Pembuatan SIM di Berbagai Negara

Dina Rayanti - detikOto
Foto: Newspress Foto: Newspress
Jakarta - Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan salah satu persyaratan yang dibutuhkan oleh seseorang agar bisa mengendarai mobil. Di beberapa negara, SIM juga merupakan salah satu keharusan.

Semakin hari, pihak kepolisian yang berwenang menerbitkan SIM pun semakin memperbaiki sistemnya agar pembuatan SIM lebih mudah. Bagaimana dengan pembuatan SIM di negara-negara lain ya? Apakah terbilang sulit atau justru ada yang lebih mduah dari Indonesia?

Berikut detikOto kutip dari The Drive cara mendapatkan SIM di beberapa negara.

1. Australia

SIM negara bagian QueenslandSIM negara bagian Queensland Foto: Queensland State Government



Membuat SIM di Australia bisa dibilang membutuhkan waktu yang cukup lama. Bahkan hingga 4 tahun si pengendara baru mendapatkan lisensi berkendara di beberapa kota di negeri Kanguru itu. Si pengendara harus mengikuti ratusan jam pelatihan dan berbagai tes sebelum akhirnya mendapatkan SIM.

2. Meksiko

SIM MeksikoSIM Meksiko Foto: BBC


Tak ada usia pasti untuk seseorang bisa mengajukan pembuatan SIM. Bahkan umur 16 tahun saja sudah bisa membuat SIM, namun SIM tipe A baru bisa didapatkan saat mereka berusia 18 tahun. Daripada mengetes pengendara sebelum mendapatkan SIM-nya, beberapa wilayah di Meksiko lebih memilih untuk mengatur para pengendaranya.

Ada beberapa dokumen resmi yang harus diproses sebelum seseorang akhirnya dibolehkan menyetir.

3. Denmark

SIM DenmarkSIM Denmark Foto: expatindenmark.com


Di Denmark, usia 18 adalah usia minimum untuk seseorang bisa berkendara. Proses pengujiannya juga cukup banyak. Pertama-tama pengendara diharuskan mengikuti pelajaran mengemudi di kelas, kemudian diberikan simulasi untuk mengetes keandalan pengendara di jalanan es, dan terkahir diberikan pelatihan mengemudi yang baik.

Tak sampai disitu, sebelum bisa bepergian menyetir sendiri, pengendara akan didampingi oleh seorang instruktur ahli menyetir. Membuat SIM di Denmark terbilang mahal sebesar 10.000 DKK atau kalau dirupiahkan sebesar Rp 20 jutaan. Wah!


4. Jepang

Di Jepang, pengendara diberikan dua pilihan membuat SIM. Yang pertama melalui sekolah mengemudi yang telah terafiliasi dengan pemerintah sehingga mereka tak perlu melalui tes praktik. Pilihan satu lagi adalah membuat di sekolah mengemudi yang tak terafiliasi dengan pemerintah sehingga si pengendara harus lolos ujian teori dan praktik sebelum akhirnya mendapatkan SIM.

Tesnya sendiri dilakukan di jalanan khusus yang sudah dipersiapkan namun halang dan rintang dibuat sedemikian rupa mirip dengan jalanan biasa pada umumnya.

5. Korea Selatan

Pada dasarnya membuat SIM terlebih saat ujian praktik tak terlalu ribet. Namun si pengendara juga harus melalui tes kesehatan sebelum mendapatkan lisensi berkendaranya.

Apalagi kondisi penglihatan mata merupakan satu hal yang menjadi konsen pemerintah negeri Ginseng itu. Untuk mendapatkan SIM, penglihatan pengendara setidaknya di angka 0,8 namun untuk level 2 berkendara penglihatan cukup 0,6.

Tes tertulisnya berisi 40 pertannyaan dan pengendara harus mendapatkan skor minimal 60 dari 100. Setelah lolos tes tertulis, pengendara langsung dites praktik menyetir sejauh 300 meter sebelum akhirnya mendapatkan SIMnya.

Tak sampai disitu, pengendara juga harus mengikuti pelajaran teori mengemudi selama 6 jam dan tes praktik lainnya.

6. Brazil

Di Brazil, membuat SIM merupakan satu hal cukup serius dan tak bisa main-main. Jika umur pengendara belum mencapai 18 tahun mereka tak boleh mengajukan pembuatan SIM. Mereka juga harus melewati ujian psikologi, tes kesehatan, mempelajari aturan-aturan lalu lintas dan juga teori berkendara selama 45 jam. Setelah itu mereka harus menjalani tes praktik selama 20 jam bersama instruktur.

Setelah semuanya selesai dijalankan, pengendara diberikan lisensi orientasi yang berlaku selama 1 tahun. Selama kurun waktu tersebut jika pengendara melanggar, tak tanggung-tanggung SIM tersebut langsung dicabut. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya