Pasangan ini Relakan Penjahat Rusak Mobilnya

Pasangan ini Relakan Penjahat Rusak Mobilnya

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Rabu, 05 Jul 2017 16:24 WIB
Pasangan ini Relakan Penjahat Rusak Mobilnya
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Porirua - Siapa yang tak sedih melihat mobil kesayangan mereka rusak. Apalagi yang merusak ternyata orang lain.

Namun David dan Pauline Sutcliffe berbesar hati ketika penjahat merusak mobil kesayangan mereka, saat mencoba kabur dari kejaran polisi. Mereka menilai semua orang berbuat hal yang bodoh sesekali dalam hidup mereka.

Cerita bermulai ketika polisi tengah memburu warga Porirua, Selandia Baru, Manuel Ratana Te Kuru Tawhai. Manuel yang masih berusia 26 tahun mencoba kabur dari kejaran polisi dengan mengambil mobil Mitsubishi Pajero milik David dan Pauline yang tengah diperbaiki di bengkel. David dan Pauline hanya bisa melongo melihat penjahat itu kabur dengan mobil mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami turun ke jalanan dan kami melihat polisi mengetuk-ngetuk pintu mobil. Saya mendengar suara seperti orang yang sedang tergesa-gesa. Saya melihat mobil saya keluar dari garasi dengan kencang, dan saat itu juga, polisi langsung berlarian menuju mobil patroli mereka," ujar David.

Pauline hanya bisa berteriak kepada polisi. "Itu mobil kami!" tutur Pauline saat polisi berusaha mengejar Manuel.

Polisi mengejar Manuel dalam aksi kebut-kebutan selama 2 menit di kecepatan 90 km per jam. Sampai akhirnya Manuel kehilangan kendali mobilnya dan menabrakkan mobil ke pagar perumahan. Mobil pun rusak sehingga tidak bisa diperbaiki lagi. Manuel pun sempat berupaya kabur lagi saat ditangkap polisi.

Keluarga Sutcliffes, yang kini berusia sekitar 60-an tahu begitu mobil mereka kabur dari garasi bengkel, itu adalah terakhir kali mereka melihatnya.

"Saya punya perasaan. Anda tahu, ya mobil itu hilang, itu adalah kali terakhir kami melihatnya," ujarnya.

Mobil yang aslinya bisa senilai 4.000 dolar Selandia Baru, kini paling hanya berharga 450 dolar saja. "Kami pasti merindukan mobil kami," ujar David.

Meski merindukan mobil kesayangan mereka, David tidak keberatan dan dia memaafkan si penjahat.

"Saya pikir dia harus bersikap dewasa. Dia masih muda, masih anak-anak, kan. Saya rasa dia hanya tersesat dalam menentukan arah. Saya rasa dia harus kembali ke jalan yang lurus, kita semua melakukan sesuatu yang bodoh dalam kehidupan kita kan," tutur David di New Zealand Herald, seperti dilansir detikOto, Rabu (5/7/2017). (ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads