Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 08 Juni 2017, 16:37 WIB

Bus Sekarang Harus Keren Biar Tak Kalah dengan Kereta dan Pesawat

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Bus Sekarang Harus Keren Biar Tak Kalah dengan Kereta dan Pesawat Bus tingkat kelas utama diharapkan bisa membuat penumpang nyaman. Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Ada kecenderungan masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat seperti bus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Mereka beralih menggunakan pesawat dan kereta yang lebih nyaman dan cepat.

Managing Director Lorena Transport. Tbk, Dwi Ryanta Soerbakti mengatakan setiap tahunnya terjadi penurunan 10 persen orang yang menggunakan bus saat mudik. "Karena apa, satu, bus bantuan aja lama-lama naik, belum lagi kemacetan kayak di Brexit waktu itu kan," ujarnya kepada wartawan, di Ciputat, Tangerang.

"Tiada tahun angkutan lebaran tanpa kemacetan. Itu kan selalu menjadi alasan utama kenapa tren angkutan darat menurun, kalau naik pesawat kan enggak macet, paling delay. Tanpa ada kemacetan transportasi angkutan darat akan lebih baik." ujarnya

Kata Dwi, dengan adanya beberapa kendala yang membuat masyarakat mengurunkan niatnya untuk mudik dengan bus, konsep transportasi angkut darat ini harus diubah, salah satunya dengan menambahkan kenyamanan yang tinggi.

"Saya selalu katakan, dari mass transportation menjadi butik transportation, yaitu personalize dan high end, jadi kalau massal biasa sudah pasti kalah," pungkasnya.
kepada wartawan, di Ciputat, Tangerang Selatan.

Untuk itu kata Dwi, dalam hal ini dukungan dari pemerintah dirasa sangat diperlukan, untuk memperbaiki tren mudik dengan transporatsi angkut darat sepeti bus.

"Untuk infrastrukturnya, dari rekayasa lalu lintasnya. Infrastruktur yang katanya akan dibenahi, tol, jembatan itu semua, Trans Jawa, Trans Sumatera, transportasi darat akan berkembang pasti," ujarnya.

Selain itu dia menyoroti soal waktu operasional bus yang tidak maksimal sehingga bus tidak optimal dalam melayani penumpang.

"Kalau beli bus gampang, tapi kalau ada rusak, ada kendala, kerusakan, trus layanan aftersalesnya enggak maksimal, nah itu yang buat mandek, jam operasinya enggak maksimal," ujarnya.

Ketersediaan sparepart dari produsen penyedia bus juga dikatakannya, sangat perlu untuk diperhatikan, karena akan repot nantinya, jika ada kendala, dan sparepart tidak tersedia.

"Karena gini, banyak mungkin merek lain yang baru masuk, populasi busnya ada berapa di Indonesia, baru 50, 100? seberapa banyak ketersediaan sparepart-nya? Kan enggak mudah, bus 2 tahun masih bagus, gampang," tutur Dwi.

Namun lama-lama kata Dwi, berbagai kendala yang menyangkut ketersediaan sparepart akan berdatangan. Karena itu, harus diperhatikan lagi dari sisi produsen penyedianya.

"Ketika sudah masuk tahun ke empat, sudah mulai banyak kendala. Kalau populasi bus mereka baru 100 atau 200, ketersediaan sparepart-nya kan tidak berani besar-besaran. Kalau Mercy kan sudah banyak, tentu spare partnya juga sudah tersedia dengan baik." pungkas Dwi. (khi/ddn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed