Managing Director Lorena Transport. Tbk, Dwi Ryanta Soerbakti mengatakan, menurunnya pemudik menggunakan bus terjadi dari tahun ke tahun.
"Kisaran 10 persen dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Karena apa? Pertama,, bus bantuan aja lama-lama naik, belum lagi kemacetan kaya di Brexit waktu itu kan," ujarnya kepada wartawan, di Ciputat, Tangerang.
Bukan hanya Lorena, Dwi mengatakan hal tersebut terjadi secara umum pada transportasi angkut darat. Karena kata dia, makin kesini, pesaing transportasi angkut darat adalah pesawat dan kereta api.
"Oleh karena itu diawal kita katakan, kita berinvestasi dengan besar. Tapi tentu saja kita mencari daerah yang berpotensi besar, contohnya Madura. Kita kan enggak bersaing dengan pesawat dan kereta," tuturnya.
Kata Dwi, dengan adanya beberapa kendala yang membuat masyarakat mengurunkan niatnya untuk mudik dengan bus, konsep transportasi angkut darat ini harus diubah, salah satunya dengan menambahkan kenyamanan yang tinggi.
"Saya selalu katakan, dari mass transportation menjadi butik transportation, yaitu personalize dan high end, jadi kalau massal biasa sudah pasti kalah," pungkasnya. (khi/lth)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu