Kedua tim itu yakni, Tim Samudera IV Universitas 11 Maret Surakarta dan Tim Sapuangin Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya. Sedangkan juara pertama diraih Tim Flux dari De La Salle Filipina.
Posisi kedua bagi Tim Samudera IV sangat tidak dinyana oleh tim. "Tidak menyangka, karena kami hanya sebagai underdog," kata dosen pendamping tim Samudera, Dr Budi Santoso usai lomba DWC SEM Asia 2017, seperti dilaporkan reporter detikOto Zaenal Effendi dari Singapura, Minggu (19/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Zaenal Effendi |
Sementara tim Indonesia yang sebelumnya diunggulkan dan berjaya di kategori UrbanConcept berguguran karena tidak lolos dua tes, yakni tes rem dan keiritan yang dilakukan sebelum balapan digelar.
Salah satu tim unggulan Indonesia yang tidak lolos yakni Tim Sadewa Universitas Indonesia yang gagal ikut DWC karena tidak lolos tes rem yang otomatis tidak bisa melanjutkan tes berikutnya. "Saat tes, mobil berjalan satu lap lalu berhenti dengan kecepatan 50 km/jam dan tidak boleh lebih dari 20 meter," kata manager Tim Sadewa Jefri Alfonso Sigalingging.
Kedua tim yang berangkat ke London akan mempersiapkan diri untuk berhadapan dengan tiga tim terbaik lain dari Amerika dan Eropa untuk memenangkan Grand Final dan meraih pengalaman seumur hidup di markas Scuderia Ferrari.
(ze/ddn)












































Foto: Zaenal Effendi
Komentar Terbanyak
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!