Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 16 Maret 2017, 09:26 WIB

Laporan dari Singapura

Shell Dorong Generasi Muda Lahirkan Transportasi Ramah Lingkungan

Zaenal Effendi - detikOto
Shell Dorong Generasi Muda Lahirkan Transportasi Ramah Lingkungan Foto: Rangga Rahadiansyah
Singapura - Perekonomian dunia yang dinamis mendorong kebutuhan transportasi dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan terbarukan.

Director for Royal Dutch Shell John Abbott Downstream berharap dengan kegiatan Shell Eco Marathon (SEM) Asia, yang digelar di Changi Exhibition Center Singapura diikuti oleh 124 tim mahasiswa dari 20 negara di kawasan Asia Pasifik dan termasuk 26 tim berasal dari Indonesia, bisa menghasilkan generasi yang mempunyai inovasi untuk menemukan energi atau mesin dengan berbahan bakar ramah lingkungan.

Menurutnya, perubahan iklim yang memberikan tantangan pada dunia yang sudah harus mulai bertransisi menuju ke jenis energi yang rendah karbon. "Para tim mahasiswa ini akan menjadi bagian penting dalam revolusi transportasi menuju masa depan yang rendah karbon," katanya pada detikoto, Rabu (15/3/2017) malam.

John mencontohkan salah satu peserta SEM yang saat ini menjadi kepala insinyur di Tesla. "Lima tahun lalu, seorang pria bernama Konstantinos Laskaris ikut berkompetisi dalam acara ini. Sekarang dia menjadi kepala insinyur mesin di Tesla. Masa depan dunia terletak di tangan kita semua," ungkapnya.

Desakan menggunakan bahan bakar rendah karbon kata John, juga sangat mendesak di Asia dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat akan menambah jumlah penduduk termasuk Indonesia, yang ingin naik mobil sendiri atau bepergian.

"Masalahnya, 90 persen dari kendaraan yang ada di jalan-jalan masih menggunakan bahan bakar cair. Di sini diperlukan transisi ke berbagai tipe energi lain guna mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi kendaraan," ujar John.

Dalam waktu dekat dunia akan membutuhkan adanya produksi massal mobil bertenaga listrik dari baterai yang harganya terjangkau, serta kendaraan listrik yang menggunakan sel bahan bakar hidrogen dengan jarak tempuh yang lebih jauh, dan pengisian bahan bakar yang lebih cepat.

Infrastruktur pendukungnya pun perlu dibangun dan yang terpenting, para pengguna kendaraan harus berpartisipasi dalam perubahan ini. BMW, Tesla dan produsen otomotif lainnya terus membuat sejumlah kemajuan besar dalam pembuatan mobil listrik berbaterai.

Sementara Shell terus berusaha membuat proses pengisian baterai menjadi lebih baik. Kendaraan listrik memang sudah mencetak kemajuan besar, namun proses keberhasilannya masih panjang. Data dari Badan IEA menunjukkan bahwa saat ini terdapat 1,26 juta mobil listrik, atau 0,1% dari total pangsa pasar kendaraan di dunia.

"Sumber listriknya harus berasal dari pembangkit bertenaga gas alam yang berkarbon rendah atau pembangkit yang menggunakan energi yang terbarukan, atau kombinasi dari keduanya. Transportasi beremisi karbon rendah perlu ditunjang oleh bahan bakar yang lebih bersih dan lebih ekonomis, minyak pelumas yang lebih efisien dan mesin yang lebih baik. Di sini peran bahan bakar berbahan organik (biofuel) menjadi penting," pungkas John.

Oleh karena itu pihaknya terus memupuk inovasi dan kreativitas generasi mendatang dengan menggelar SEM untuk melahirkan para perancang dan insinyur masa depan.

SEM Asia 2017 yang mengusung tema 'Make the Future Singapore' yang digelar di Changi Exhibition Centre, Singapura ini masing-masing tim akan berlomba mengendarai mobil buatan timnya. Pengendara yang berhasil menempuh jarak terjauh dengan penggunaan bahan bakar paling efisien akan menang. Mereka akan mengendarai mobil-mobil yang digerakkan oleh berbagai macam energi seperti hidrogen, LNG, ethanol dan baterai, tidak terbatas pada bensin dan solar. (ze/lth)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed