Ramdhani, Manager Bumi Siliwangi Team 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan, kelemahan peserta di Indonesia ada pada teknologinya. Menurutnya, peserta sulit mendapatkan teknologi untuk menyamakan dengan rivalnya, seperti dari Eropa.
"Contoh supercapacitor sulit dicari di Indonesia. Dan juga teknologi komposit, yang produksi di Indonesia masih sedikit," kata Ramdhani di Jakarta, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan Raden Engineu Dwi Utomo Adi dari Universitas Negeri Jakarta, kelemahan mahasiswa Indonesia untuk membuat karya kendaraan hemat energi adalah untuk mendapatkan material. Tak jarang mereka harus mengimpor material dari luar negeri.
"Dari material, mau enggak mau kita harus impor dan impor makan waktu lama dan kena pajak juga. Dan pasti semua tim ini enggak jauh-jauh dari kendala di sponsorship. Jujur, bikin mobil ini makan dana yang luar biasa. Banyak dana yang diperlukan, biaya buat mobil, biaya buat shipping, biaya buat akomodasi," ujarnya.
Sementara kelebihannya, mahasiswa Indonesia memiliki semangat yang tinggi. Mereka juga memiliki kreativitas.
"Justru anak-anak dari Indonesia dengan keterbatasan semangatnya malah makin terpacu, malah makin semangat lagi," katanya. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?