Untuk itu, dibutuhkan juga pelumas yang tepat untuk mesin-mesin kendaraan modern. Biasanya, mesin kendaraan yang diproduksi akhir-akhir ini disarankan menggunakan pelumas yang encer. Ada beberapa alasannya seperti disampaikan oleh perwakilan dari Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA).
Mesin terbaru dirancang untuk berjalan dengan pelumas mesin dengan viskositas rendah (pelumas yang lebih encer) tanpa mengorbankan daya tahan. Pelumas dengan viskositas rendah memberikan manfaat efisiensi bahan bakar dalam rezim pelumasan hidrodinamik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Viskositas pelumas harus disesuaikan dengan mesin kendaraan itu sendiri. Sebab, mesin terbaru sering menggunakan berbagai sistem variable valve timing yang melibatkan mekanisme hidrolik yang diperlukan untuk meningkatkan kontrol emisi, output mesin dan efisiensi bahan bakar.
Viskositas berlebihan tidak akan memberikan perlindungan lebih lanjut untuk mesin, tetapi dapat menyebabkan masalah seperti kerusakan mekanisme hidrolik, konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi dan kurang baiknya start mesin di suhu dingin.
Lubricant Product Development Pertamina, Mia Krishna menambahkan, bukan berarti pelumas lebih encer lebih bagus untuk semua kendaraan. Dia mengingatkan, tetap sesuaikan pilihan pelumas dengan rekomendasi pabrikan mobil yang ada di buku manual pemilik.
"Jangan beranggapan bahwa ada pelumas terbaru 0W-20 API SN, misalnya, cocok untuk mobil tahun 1994, dipastikan kalau begitu mesinnya akan rusak. Karena enggak sesuai dengan kebutuhan engine dia, terlalu encer pelumasnya. Jadi lihat buku manual saja," kata Mia. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas